Minggu, H / 29 Januari 2023

Menjadi Pribadi yang Selalu Baru

Selasa 18 Sep 2018 10:30 WIB

M. Nurroziqi

ilustrasi.

Foto: foreignpolicy.com

Oleh : M. Nurroziqi

ESQNews.id - "Allahumma a’inni ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibadatik." (Ya Allah, bantulah aku untuk mengingat-Mu dan bersyukur kepada-Mu, serta agar bisa beribadah dengan baik kepada-Mu.)


Alhamdulillah. Kita masih dianugerahi kesempatan untuk menjumpai pergantian tahun ini. Yang berarti juga, bahwa Allah Swt sudah membuka kesempatan sangat lebar untuk segera bertaubat dan berbenah diri menjadi lebih baik lagi, jika di tahun-tahun kemarin masih kurang baik. Sekaligus, diberikan kesempatan sangat nikmat untuk terus meningkatkan dan menjaga keistikamahan, atas setiap kebaikan-kebaikan yang sudah terbiasakan.


Semoga, kita bisa menjadikan manfaat atas berkah kesempatan ini. Semoga, kita senantiasa dianugerahi umur panjang, sehat jasmani dan ruhani, serta diberkahi-Nya dengan rezeki berlimpah, yang bermanfaat bagi diri, keluarga, juga sesama.


Kemudian, apa yang musti terus dibenahi sepanjang kehidupan ini?

Rasulullah Saw bersabda kepada Mu’adz, "Demi Allah, aku benar-benar mencintaimu. Maka janganlah kamu lupa untuk membaca doa di setiap akhir shalat: Allahumma a’innii ‘ala dzikrika wa syukrika, wa husni ‘ibaadatik. (Ya Allah, bantulah aku untuk mengingat-Mu dan bersyukur kepada-Mu, serta agar bisa beribadah dengan baik kepada-Mu)." (HR. An Nasa’i dan Ahmad). Melalui doa yang sudah diajarkan Rasulullah Saw tersebut, yang sampai dipesankan jangan sampai terlupa membacanya selepas shalat, adalah berarti ada tiga hal yang musti selalu dibenahi. Dzikir, rasa syukur, dan bisa beribadah dengan baik.


Manusia, tempatnya salah dan lupa. Manusia, yang mudah sekali diombang-ambingkan nafsu diri. Manusia, yang sejatinya tiada punya daya dan upaya. Maka, memohon pertolongan kepada Allah Swt adalah mutlak. Tentu, sebagai makhluk ruhani yang tidak selamanya hidup di dunia ini, manusia sangat membutuhkan kondisi diri yang dapat menunjang keselamatan dan kebahagiaan diri, tidak hanya di dunia, tetapi juga di akhirat kelak.


Ada tiga hal yang bisa mengantarkan diri menjadi manusia selamat dan bahagia sampai di surga-Nya kelak. Sebagaimana bunyi doa di atas, yang  pertama adalah dzikir. Dzikir, tidak semata ingat. Ingat kalau masih ada Allah Swt. Tidak sekadar itu. Tetapi, Allah Swt sudah menjadi segala-galanya di setiap detail kehidupan yang musti dijalani. Dengan demikian, tidak akan pernah ada celah untuk ingkar dan berbuat sesuatu yang tidak disukai-Nya. Sadarkah kita akan keberadaan Allah SWT? Manusia yang gampang lalai, lupa akan adanya Allah Swt, mudah sekali bertindak semaunya sendiri, ringan nian berbuat dosa dan durhaka. Tetapi, yang setiap gerak-geriknya sadar dan merasa terawasi oleh Allah Swt, akan menjaga betul sikap dan akhlak dirinya. Sehingga, Allah Swt benar-benar sudah berada dalam hati, dalam pikiran, memenuhi diri. Menghadapkan diri ke arah mana pun, Allah Swt tepat di hadapan. Jika sudah begini, tidak mungkin diri berani berbuat yang tidak baik lagi.


Kedua, rasa syukur. Bisakah manusia menghitung atau mengukur seberapa besar karunia yang dianugerahkan Allah Swt? Jelas tidak bisa. Tetapi, seberapa sering manusia menyadari dan mau bersyukur atas semua itu? Keinginan, nafsu, tamak, adalah penyakit yang tumbuh sebab tidak pandai bersyukur. Selalu merasa kurang dan kurang. Ibaratnya, hari ini mendapat rezeki seratus ribu. Bukannya segera mensyukuri atas karunia itu. Malahan, berambisi penuh angan tentang kapan akan mendapat rezeki yang lebih dan lebih besar dari seratus ribu itu. Di sinilah letak pentingnya diri bersyukur. Sebab, dengan kepandaian bersyukur, diri akan senantiasa merasa damai dan tenang. Sedang, yang tidak pandai bersyukur, yang tamak, selalu bernafsu ingin lebih dan lebih, hidupnya akan senantiasa menderita. Hidup tidak senang, dikejar-kejar terus oleh angan-angan yang terlampau sangat panjang.


Seberapa sering kita bersyukur? Rasulullah Saw selalu shalat hingga berulang-ulang kali. Bahkan, sampai kaki-kakinya bengkak. Ketika ditegur oleh putri kinasihnya, Saidatina Fatimah, beliau Saw hanya bilang, "Salahkah jika aku menjadi manusia yang bersyukur?". Rasulullah Saw, manusia paling mulia, yang sudah pasti dijamin surga, masih sedemikian luar biasa rasa bersyukurnya. Bagaimana dengan kita yang penuh dosa dan nista? Tidak malukah?


Ketiga, beribadah dengan baik. Tugas utama manusia dihidupkan di dunia adalah untuk beribadah kepada Allah Swt. (Q.S: Adz-Dzariyat: 56). Jadi, sepanjang kehidupan, yang harus diutamakan untuk dijaga adalah mengenai ibadah itu sendiri. Apa pun yang diterima, dialami, dan dianugerahkan oleh Allah Swt, harusnya menjadi sarana untuk ibadah itu tadi. Beribadah dengan baik, yang benar-benar Lillahi Ta'ala. Mengenai ibadah ini, tidak mungkin bisa lepas dari dzikir dan rasa syukur yang sudah dibahas sebelumnya. Murninya ibadah, hanya bisa ditempuh hanya ketika kondisi diri benar-benar berdzikir kepada Allah Swt, sadar akan ada-Nya. Sekaligus, sebagai wujud rasa syukur yang mendalam atas seluruh karunia-Nya.


Jika dzikir dan rasa syukur sudah mendasari setiap ibadah, maka keistikamahan menjalankan pun akan terasa ringan dan nikmat. Tidak merasa terbebani. Dan yang terpenting, semua dijalani semata Lillahi Ta'ala. Beda jika ibadah yang dikerjakan tidak dilandasi itu semua. Mudah sekali bosan, sering tumbuh riya', asal-asalan ketika menunaikan ibadah, dan yang lebih sering adalah ibadah dikerjakan hanya di saat-saat diri dirundung susah, didera duka dan kemelaratan hidup. Puncaknya, ibadah menjadi salah kaprah. Sama sekali tidak membekas dalam prilaku yang karimah.


Dari itu, hari demi hari, waktu ke waktu, setiap diri harus senantiasa memperbaiki dzikir, rasa syukur dan ibadah yang baik kepada Allah Swt. Dengan demikian, semoga menjadikan diri selalu baru dan jauh lebih baik lagi. Menjadi pribadi mulia, selamat penuh bahagia di dunia dan akhirat.

Selamat tahun baru 1 Muharram 1440 H.


M. Nurroziqi. Penulis buku-buku motivasi Islam. Alumnus UIN Sunan Ampel Surabaya.

Ingin tulisanmu dimuat di ESQNews.id? kirimkan ke email kami di redaksi@esq165.co.id

Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA