Sabtu, H / 31 Juli 2021

Catatan Kinerja Pelindo III, Raih Banyak Prestasi

Rabu 31 Mar 2021 13:54 WIB

Reporter :Endah Diva Qaniaputri

Tangkapan Layar

Foto: annualreport.id

ESQNews.id, JAKARTA - Tercetusnya Core Values AKHLAK di BUMN sejak Juli 2020 lalu, ada campur tangan dari Ary Ginanjar Agustian (President ACT Consulting) bersama Tim ACT Consulting yang ikut serta merumuskan 6 nilai baru di lingkup BUMN itu. 

Alex Denni (Deputi Bidang SDM, Teknologi dan Informasi Kementerian BUMN) mengakui hal itu. 

"Yang mampu merumuskan AKHLAK dan panduan perilakunya itu siapa yang paling tepat? Top of man yang muncul dari permukaan itu adalah Pak Ary Ginanjar. Sudah belasan tahun terbukti konsisten dan istiqomah di jalur perilaku membangun akhlak."

Ia juga menegaskan bahwa tidak boleh adanya penambahan, pengurangan, serta modifikasi AKHLAK beserta panduan perilakunya. Karena BUMN sudah enggaged dengan Ary Ginanjar. Tetapi setiap BUMN boleh menyiapkan contoh-contoh perilaku dalam bentuk apapun. 

Contoh-contoh perilaku itu sudah diterapkan di lingkungan PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III. Mereka mampu mencatat kinerja positif dalam aspek operasional kepelabuhanan. Direktur Utama Pelindo III U Saefudin Noer menyebut salah satu kinerja yang berhasil melampaui target adalah arus petikemas yang mencapai 5,08 juta TEUs atau lebih 103 persen dari target 2020.

Dari sisi arus barang, ia menyebut kinerja operasional Pelindo III sepanjang 2020 tercatat ada 65 juta ton atau sekitar 95% dari target. Sementara barang kemasan mencapai 117 % dari target, yaitu 2,7 juta M3 dan arus distribusi gas tercapai 11,5 juta MMBTU atau 102% dari target.

Saefuddin menjelaskan, pencapaian tersebut diraih Pelindo III dengan mengedepankan 5 prioritas Kementerian BUMN sebagai pedoman, yakni, prioritas Nilai Ekonomi dan Sosial untuk Indonesia, Inovasi Model Bisnis, Kepemimpinan Teknologi, Peningkatan Investasi, dan Pengembangan Talenta.

"Prioritas Nilai Ekonomi dan Sosial untuk Indonesia kami berikan berupa sejumlah insentif dan kebijakan yang mengedepankan manfaat tanpa melihat sisi keuntungan bisnis. Misalkan memperpanjang masa penumpukan petikemas esk-impor dari semula 3 hari menjadi 7 hari. Petikemas ekspor dapat masuk ke terminal 5 hari sebelum kedatangan kapal dari sebelumnya 3 hari sebelum kapal datang. Juga diskon tarif terminal handling charge (THC) sebesar 35 persen bagi petikemas transhipment," terangnya.


<more>

Keberhasilan yang diraih tak lepas dari hasil kolaborasi dengan ACT Consulting. ACT Consulting merumuskan bahwa secara keseluruhan Pelindo III Group memiliki tingkat positif energi yang high, dan mendukung pencapaian kinerja organisasi yang efektif dan efisien yakni 93,8% berada di kategori high positive energy, dengan culture toxic 6,2%. Hal ini lebih rendah dibanding culture toxic tahun 2020 sebesar 7% dan 2019 sebesar 8%.

Menurut Dwitya Agustina (VP ACT Consulting) bahwa, "Issue dan concern terkait pentingnya membangun mindset tentang business sustainability, bahwa setiap orang bertanggung jawab terhadap keberlanjutan organisasi, yang terlihat dari values mapping CVA tahun 2019 yang kosong di area 1, di ACHI 2021 sudah terisi. Hal ini menunjukkan telah terbangunnya mindset tentang business sustainability di diri pegawai."

Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA