Selasa, H / 27 Februari 2024

Lanjutkan Perjuangan Ary Ginanjar, ASESCO Serahkan Buku Hamba Sang Maha Cahaya ke Perpustakaan ESQ Business School

Kamis 30 Nov 2023 22:11 WIB

Reporter :EDQP

Tangkapan Layar

Foto: dok. ESQ

ESQNews.id, JAKARTA - Dirasa memiliki makna mendalam, bermanfaat, insightful, semua emosional bercampur di dalam Buku Biografi dari Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian (Founder ESQ Group) yang berjudul Hamba Sang Maha Cahaya, maka pihak ASESCO (Asosiasi ESQ 3.0 Coach) hibahkan buku tersebut ke Perpustakaan ESQ Business School.

Penyerahan 15 buku biografi Pendiri Menara 165 itu berlangsung pada tanggal 30 November 2023 di lantai 2, ruang perpustakaan ESQ Business School, Jakarta.

ASESCO yang memiliki salah satu misi yaitu sebagai katalis pencapaian peradaban emas, merasa buku ini perlu dibaca oleh calon generasi emas yang akan lahir sebagai future leaders dari mahasiswa lulusan ESQ Business School. Untuk melanjutkan perjuangan Ary Ginanjar demi tercapainya visi misi untuk mewujudkan Peradaban Emas.

Dalam seremonial penyerahan buku biografi Ary Ginanjar, hadir Ketua ESQ Business School Sujoko Winanto serta beberapa narasumber untuk memberikan mini talk show yakni Coach Desi Yuliana (President ASESCO), serta Coach Fatwa dan Coach Robby Saputra (Profesional 3.0 Coach). Acara dipandu oleh Fahru (Moderator) dan Aulia (MC).

Hadir juga para penerus bangsa, para mahasiswa dan mahasiswi ESQ Business School yang mayoritas baru semester 1.

Sekilas info, satu hal yang patut dicontoh dari Ary dalam buku ini adalah kegigihannya untuk terus mencari dan mencari. Ary meyakini bagi yang mau mencari dan berusaha, akan selalu terbentang jalan menuju cahaya cemerlang. Berkaca pada kehidupan Ary, cukuplah Cahaya ilahiyah itu menjadi satu-satunya penuntun segala sesuatu. Cahaya di atas cahaya.

Sujoko Winanto menerima langsung buku biografi tersebut dengan senyum sumringah. Ia juga sampaikan beberapa kalimat dalam sambutannya. Sujoko katakan bahwa ia bersama mahasiswanya telah napak tilas di Bali, ingin tahu dan merasakan langsung perjalanan sang Gurundanya.

"Jadi kisah perjalanan Pak Ary ini penuh dengan kehidupan yang naik turun, belok kanan dan kiri dan sampai mimpinya Pak Ary bahwa ingin memberikan legacy untuk adik-adik mahasiswa ESQ Business School, pewaris 165. So, teman-teman silakan baca bukunya, ambil hikmahnya. Karena buku itu jendela dunia," tuturnya.

Dilanjutkan paparan dari Coach Desi yang sudah tamat membaca buku tersebut dalam 1 hari saja ketika dirinya demam, "Mudah-mudahan buku ini bisa menginspirasi seluruh mahasiswa ESQ Business School. Ini adalah hadiah yang besar dari Allah. Buku ini sangat berharga karena kalian bisa langsung merasakan seperti berjalan bersama gurunda kita Pak Ary Ginanjar."

"Buku Pak Ary Hamba Sang Maha Cahaya ini ditulis oleh Ahmad Fuadi (penulis novel Negeri 5 Menara) dan sudah diangkat ke film bukunya. Dan mudah-mudahan buku biografi Pak Ary juga bisa di film-kan. Kebetulan di ESQ Business School setahu saya ada calon sutradara nih.

Dan buku ini harus ada di Perpustakaan ESQ Business School supaya semua orang, semua mahasiswa yang kuliah di sini bisa membaca buku ini. 4 hari saya selesaikan buku ini. Selama saya baca, saya merasa Pak Ary sedang duduk di sebelah saya dan membaca bersama," ungkap Coach Fatwa.

Inspirasi dari Buku Hamba Sang Maha Cahaya

Menurut Coach Desi yang sudah bergabung dengan ESQ sejak tahun 2016 itu menyampaikan bahwa di dalam training, kisah hidup Ary Ginanjar selalu dijabarkab namun hanya sekilas saja, ada kisah yang terpotong yang belum terselesaikan seperti puzzle.

"Setelah membaca buku, ternyata kisah beliau lebih detail dan lengkap, memberikan dampak positif yang berbeda. Dan saya belajar dari Pak Ary bahwa tidak ada suatu hal yang kebetulan.

Dalam buku ini tersampaikan juga bahwa beliau ingin ada yang meneruskan perjuangannya. Sehingga Pak Ary selalu berdoa kepada Allah untuk kirimkan orang-orang yang bisa dipercaya meneruskan misi ESQ," jelasnya.

Secara bergantian, Coach Fatwa dengan antusias menerangkan hal yang didapatkan dari buku tersebut.

"Setengah bagian buku ini bisa dibilang isinya yang lucu-lucu bikin kita tertawa. Lalu setelah bagian terakhirnya mulai menguras emosi, mulai berkaca-kaca, terharu.

Saya sempat berpikir sepertinya kalau saya di posisi Pak Ary tidak akan sanggup. Jadi perjalanan IQ, EQ dan SQ di kehidupan nyata itu bisa dilihat di sini, tidak hanya sekedar teori," tutur pria yang juga menjabat sebagai Vice President di Astra Credit Companies itu.

Sedangkan Coach Robby mengatakan, "Luar biasa insight yang saya dapatkan dari buku ini. Ada satu pertanyaan yang beberapa kali muncul ke Pak Ary setiap beliau mendapatkan masalah dan jawaban yang menurut saya paling mengena adalah 'apa sih yang tidak akan hilang dari dunia ini?' Ya jawabannya adalah Allah. Allah akan tetap ada.

Itu yang membuat saya ketika membaca buku ini seperti mengingat masalah-masalah yang sedang saya hadapi. Jadi, hidup ini tidak lepas dari masalah dan ketika kita menghadapi masalah tempat kembali kita ya ke Allah namun kadang kita lupa. Tapi melalui buku ini saya jadi keinget lagi. Cambukan buat saya. Ini pesan pertama," ungkap pria yang diamanahkan menjadi Vice President di Holding BUMN (Injourney).

Kemudian yang kedua, katanya, terkait dengan hormatnya beliau. Sebandel-bandelnya Ary Ginanjar waktu kecil. Tapi selalu nurut, patuh, apapun yang diucapkan orangtuanya terutama ibundanya (Oma).

"Ketika kita menghormati orangtua, hidup kita akan mudah. Dan pesan yang ketiga adalah jangan takut nih buat adik-adik tentang masa depan. Serahkan semuanya kepada Allah. Tapi dengan usaha dan ikhtiar. Hidup di lingkungan yang baik karena lingkungan mempengaruhi karakter kita," sambungnya.

Hal baru tentang sosok Ary Ginanjar

Menurut ketiga narasumber, para profesional 3.0 coach itu hal baru yang mereka ketahui setelah membaca buku tentang gurundanya adalah masa kecil Ary Ginanjar.

"Kisah Pak Ary sewaktu kecil, balita hingga kini ada semua di buku ini. Dan masa kecilnya Pak Ary itu seru banget, kalian akan terkaget-kaget. Karena story masa kecilnya Pak Ary itu bener-bener bikin ketawanya, sedihnya, nakalnya yang ekstrim.

Namun karena itulah Pak Ary bisa bangkit, saya salut dengan optimismenya. Sehingga bisa membangun rasa optimis saya kalay Indonesia Emas, Peradaban Emas itu bisa tercapai," ujar Coach Desi, wanita yang juga profesional di hipnoterapi ESQ bersertifikat BNSP.

Lalu Coach Fatwa dengan gaya casualnya sampaikan, "Ketika membaca buku, saya jadi lebih meresapi isinya (kisahnya), bisa memvisualisasikan dibanding saat training. Itulah kekuatan sebuah buku.

Setelah membaca buku ini, saya mendapatkan energi. Energi yang bisa membuat kita jadi lebih berjaga-jaga dari hal-hal yang mungkin kurang baik. Dari buku ini juga saya terinspirasi satu kalimat 'Sebuah peluru bisa menembus sebuah kepala. Tapi sebuah buku bisa menembus ribuan kepala."

Sedangkan menurut Coach Robby, pria asal Betawi itu, hal baru masa kecil Ary Ginanjar yang tidak diketahui adalah dengan segala kenakalannya. Tapi Ary Ginanjar punya satu prinsip yaitu kerja kerasnya.

"Jadi sesuatu yang didapat saat ini tidak digapai dengan mudah. Saya, Coach Desi, Coach Fatwa bisa mencapai sekarang ini, yaa tidak mudah ada prosesnya sama dengan Pak Ary."

Pesan untuk Mahasiswa ESQ Business School

Coach Desi berpesan, "Saya harap buku ini setiap minggunya ada pembahasan khusus per BAB di perpustakaan. Agar para mahasiswa bisa mendapatkan insightnya. Mudah-mudahan putra putri terbaik yang mendapat beasiswa dari jaringan ESQ dan Forum Komunikasi Alumni ESQ bisa memberikan kontribusi yang besar buat Indonesia Emas 2045. Dan Pak Imam ini advisor kita menuju Universitas Ary Ginanjar."

Coach Fatwa berpesan, "Buku ini bertujuan agar kalian lebih mengenal diri kalian, dan kalau kita sudah mengenal siapa diri kita. Maka kita akan lebih mengenal Tuhan kita (Allah). Dan disitulah kalian menemukan cahaya itu. Jadi jalan kalian akan terang benderang. Bayangkan di usia kalian sudah mendapat cahaya itu. Kalian akan lebih produktif dan bermanfaat."

Coach Robby berpesan, "Mahasiswa perlu baca karena ini pelajaran hidup. Intinya setiap masalah yang kita temui akan ada jalan keluar. Dengan kita kembali kepada Allah, kita akan menemukan cahaya itu. Jadi adik-adik yang punya mimpi, visi ke depan yakinlah tercapai. Visualisasikan itu. Tidak ada pelaut handal yang dilahirkan dari ombak yang tenang. Pasti akan banyak ombak yang menghadang untuk sampai ke tujuan."

Di penghujung sesi, ada salah satu mahasiswa bernama Fitri semester satu yang sudah membaca buku biografi Ary Ginanjar. Ia mencoba sharing atas insight yang didapatkan.

"Banyak sekali ilmu yang saya dapatkan salah satunya tentang keyakinan dan kekuatan Pak Ary. Dimana setiap perjalanan Pak Ary, ada saja orang-orang yang bisa membuat Pak Ary urungkan impiannya, patahkan semangatnya.

Namun, dengan keyakinan Pak Ary dan tekad kuat menggapai impiannya, maka Pak Ary berhasil seperti saat ini. Itu semua dilakukan dengan kerja keras. Benar, bahwa usaha tidak akan menghianati hasil," bebernya.

Rencananya, penyerahan buku ini akan berlanjut setiap 1 bulan sekali. Untuk menambah koleksi, referensi ilmu (buku) di Perpustakaan ESQ Business School yang saat ini berjumlah 5000 buku.

Selanjutnya akan ada hibah buku (autobiografi) dari Coach Robby yang berjudul "Perjalanan Bang Robby", lalu buku yang berjudul "Profesi Zaman Now" karya Coach Fatwa dan buku "Gerbong Ihsan" karya Coach Desi.


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA