Senin, H / 28 November 2022

Jane Fonda: Usia Bukanlah Ilmu Penyakit, Usia adalah Potensi

Selasa 01 Oct 2019 16:34 WIB

Reporter :Endah Diva Qaniaputri

Jane Fonda, memiliki tiga karier luar biasa yaitu sebagai aktor pemenang Oscar, guru kebugaran, dan aktivis

Foto: ted.com

"Walaupun otot saya melemah, tulisan saya menjadi lebih kuat. Walaupun saya tidak bisa bicara lagi, saya mendapatkan suara saya. Walaupun saya hilang, saya bertumbuh. Walaupun saya kehilangan banyak, tapi akhirnya saya mulai menemukan diri saya." - Neil Selinger.


ESQNews.id, JAKARTA - Banyak revolusi telah terjadi selama abad terakhir, tapi mungkin tidak ada yang lebih penting daripada revolusi penambahan usia. Rata-rata saat ini kita hidup 34 tahun lebih lama daripada kakek buyut kita.


Kita masih hidup dengan paradigma lama bahwa usia berbentuk seperti kurva. Itulah metaforanya, metafora kuno. Mencapai puncak saat paruh baya dan menurun di usia tua. Lalu bagaimana kita bisa menggunakan waktu ini? Bagaimana kita bisa menggunakannya dengan sukses? Apa metafora baru yang sesuai untuk penuaan?


<more>


Ada salah seorang wanita yang telah meneliti dan menulis selama setahun terkait metafora. Metafora yang lebih sesuai untuk penuaan adalah anak tangga (peningkatan ke atas dari jiwa seseorang membawa kita pada kebijaksanaan dan kesetiaan).


“Usia bukanlah ilmu penyakit, usia adalah potensi. Potensi ini bukan hanya untuk sebagian orang. Ternyata, kebanyakan orang di atas 50 tahun merasa lebih baik, berkurang stressnya, lebih ramah dan lebih tenang. Kita cenderung melihat kesamaan ketimbang perbedaan. Beberapa kajian bahkan mengatakan kita lebih bahagia,” papar Jane Fonda, sebagai aktor pemenang Oscar dalam video TEDXwomen pada 2011.


Jane Fonda lahir di garis keturunan yang penuh dengan depresi. Saat usianya mendekati akhir 40-an, ada enam hal negatif yang ia pikirkan. Salah satunya Jane berfikir, ia akan menjadi wanita tua yang menyebalkan. Namun Picasso pernah berkata, “Butuh waktu yang lama untuk menjadi muda.”




“Sekarang saya akan mencoba menjelaskan tentang tangga. Tampaknya metafora yang aneh tentang orang tua, melihat kenyataan bahwa banyak orang tua sulit menaikinya, termasuk saya sendiri. Seperti yang Anda tahu, seluruh dunia bekerja menggunakan hukum universal: entropi, hukum kedua dari termodinamika. Entropi berarti bahwa semua yang ada di dunia, semuanya, sedang menurun dan menjadi rusak, sebuah busur. Hanya ada satu pengecualian dalam hukum universal ini, yaitu jiwa manusia, yang bisa terus berkembang ke atas layaknya tangga, membawa kita pada kepenuhan, kesejatian dan kebijaksanaan,” lanjutnya.


Ada kisah inspiratif terkait metafora ini, melansir dari artikel di New York Times. Terjadi pada seorang pria bernama Neil Selinger, pensiunan pengacara berusia 57 tahun. Ia didiagnosa menderita ALS, yang dikenal dengan penyakit Lou Gehrig's. Penyakit yang mengerikan dan fatal.


Penyakit yang melumpuhkan badan, tapi pikirannya tetap utuh. Di dalam artikel ini, Selinger menulis hal yang terjadi pada dirinya, "Walaupun otot saya melemah, tulisan saya menjadi lebih kuat. Walaupun saya tidak bisa bicara lagi, saya mendapatkan suara saya. Walaupun saya hilang, saya bertumbuh. Walaupun saya kehilangan banyak, tapi akhirnya saya mulai menemukan diri saya."


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA