Kamis, H / 25 April 2024

Jadi Orangtua Baik untuk Hidup Lebih Baik

Jumat 13 Dec 2019 15:14 WIB

Author :Redaksi

ilustrasi

Foto: dok.ESQ


ESQNews.id - Mendidik anak adalah suatu hal yang istimewa. Karena dilakukan bahkan jauh sebelum si anak lahir, dan berlangsung seumur hidup. Dengan masa pendidikan yang panjang itu, maka tidak cukup jika kita hanya belajar dari teori-teori semata. Kita juga perlu banyak menggali pengalaman dari lingkungan maupun dari orang-orang yang telah berhasil dalam mendidik buah hatinya.


Sukses Ary Ginanjar Agustian sebagai pendiri ESQ tentunya tak lepas dari peran kedua orangtuanya, yang biasa disapa Oma dan Opa. Oma dan Opa menuturkan bahwa dulu mereka tidak mengetahui secara mendalam teori-teori khusus dalam mendidik. Mereka hanya menggunakan suara hati, kasih sayang dan memberi teladan.

<more>

Oma pun berpesan, agar dalam membesarkan anak, jangan hanya menekankan pada intelektualitas saja, tapi juga harus dibarengi dengan membangun mentalitas dan spiritualitas anak. Mememlihara sisi spiritualitas anak sebagai hal utama dalam pengasuhan, yaitu dengan menghidupkan suara hati anak. Anak dicontohkan dan didorong untuk bersikap jujur, adil, menyayangi sesama, dan sikap mulia lainnya, sehingga suara hati mereka hidup.


Yang menarik dari wawancara dengan Oma dan Opa, mereka mengatakan bahwa anak tidak bisa langsung melakukakan semua hal dengan benar, karena anak masih belajar. Sehingga, di dalam kamus Oma dan Opa, tidak ada kata "anak nakal," yang ada adalah kata memaafkan, memotivasi dan menerima usaha anak. "Yang juga penting dalam proses panjang tersebut adalah berdoa pada Allah, agar diberikan anak-anak yang sholeh dan sholehah," katanya.


Pengalaman dalam mendidik anak ini dibagi oleh Oma dan Opa dalam training perdana ESQ Parenting yang dipandu oleh Ary Ginanjar pada 26 Oktober 2008.


Artikel ini telah terbit di ESQ Magazine edisi Oktober 2008.

Ditulis oleh Ruli Amirullah.


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA