Selasa, H / 04 Oktober 2022

Jabat Tangan Mendagri dan Ary Ginanjar dalam Leaders Aligment Session untuk Komitmen Ber-AKHLAK

Rabu 29 Dec 2021 19:40 WIB

Reporter :EDQP

Mendagri dan Ary Ginanjar Sedang Berjabat Tangan

Foto: dok. ESQ

ESQNews.id, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menyambut kedatangan Ary Ginanjar Agustian (Founder ACT Consulting) di Sasana Bhakti Praja Gedung C Lantai 3, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada Rabu 29 Desember 2021. Keduanya terlihat berjabat tangan serta bertegur sapa mengenai kegiatan yang sedang berlangsung dengan tema ‘Leader Alignment Session.’

“Terimakasih Pak Ary atas kehadirannya,” kata Tito.

Acara ini berlangsung sebagai upaya dalam menginternalisasikan nilai-nilai Ber-AKHLAK (Berorientasi pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif) pada ASN. Ber-AKHLAK merupakan core values (nilai dasar) yang didorong oleh Presiden Joko Widodo pada ASN.



Harapan Mendagri dan seluruh insan Kemendagri di momen kali ini yakni selain munculnya sense of urgency dari para change sponsor dan change leader di lingkungan Kementerian Dalam Negeri mengenai pentingnya implementasi visi, misi, nilai organisasi, juga memunculkan kesadaran dan memahami bagaimana implementasinya. Dengan demikian transformasi budaya kerja Ber-AKHLAK bisa segera terwujud untuk berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri Suhajar Diantoro turut hadir memberikan sambutannya.



“Nilai-nilai kerja kita yang terbaru yaitu Ber-AKHLAK sudah disepakati bersama dan telah dicanangkan langsung oleh Presiden Jokowi. Untuk itu, kami meminta Pak Ary untuk memberikan bimbingan kepada kita semua demi terwujudnya ASN Ber-AKHLAK, dari segi penerapannya di lingkup Kemendagri ini,” tuturnya saat di atas panggung.

<more>

Suhajar menjelaskan lebih detail maksud terselenggaranya perhelatan ini karena adanya arahan Presiden RI tentang perlunya keseragaman nilai-nilai dasar/core values ASN yakni Ber-AKHLAK, maka Kemendagri akan melakukan transformasi budaya kerja di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. Dalam mendukung upaya tersebut, Kemendagri telah melakukan kegiatan sosialisasi dengan menghadirkan narasumber yaitu Deputi Sumber Daya Manusia Kementerian PAN & RB.

Ia juga melanjutkan ucapannya, “Tak hanya sampai kegiatan sosialisasi saja, namun kami juga berharap Pak Ary menjadi pelopor untuk Kemendagri.”



Pada kesempatan tersebut Ary Ginanjar menekankan pentingnya Core Values dan Core Purpose Ber-AKHLAK di era disrupsi atau VUCA seperti saat ini.

"Di era VUCA yang serba tidak pasti ini, kita tidak tahu bagaimana ASN di masa depan, para eselon 10 tahun ke depan. Karenanya, agar generasi penerus Kemendagri bisa bertahan diperlukan kompas, jangkar dan kipas," ungkap Tokoh Pembangunan Karakter itu.

Ary menjelaskan lebih lanjut, "Kompas di Kemendagri yaitu memegang teguh core purpose atau bangga melayani bangsa. Jangkarnya adalah core values Ber-AKHLAK. Sedangkan kipas artinya move on dari segala keadaan. Itulah alasan Jepang bisa bertahan 1000 tahun, karena mempunyai pondasi yang kuat."

Acara ini mendapat respon positif dari para peserta. Bachril Bakri, Kepala Biro Perencanaan Kemendagri. Ia mengatakan bahwa acara ini bagus sekali dan dibutuhkan oleh seluruh insan Kemendagri. Bachril  berharap Kemendagri bisa menjadi contoh atau role model dalam mengimplementasikan Core Values ASN Ber-AKHLAK ini ke seluruh Kementerian.



“Kita juga sudah merancang bagaimana implementasi atau internalisasi di Kemendagri ini dalam jangka setahun ke depan. Kami sudah memiliki roadmap-nya. Yang nantinya akan dikombinasikan dengan ilmu ten steps yang dijelaskan oleh Pak Ary tadi,” paparnya. 

Menanggapi hal itu, Ary mendukung Kemendagri dan memberikan berbagai macam strategi agar harapan Mendagri, para pimpinan dan insan Kemendagri bisa terwujud. 

“Mudah-mudahan konsep Ber-AKHLAK ini dapat diimplementasikan dengan baik di lingkup Kemendagri, saya dukung. Kami juga ucapkan selamat ke Pak Presiden sudah mencanangkan Core Values Ber-AKHLAK, sehingga mudah bagi semua Kementerian atau Lembaga untuk mengetahui apa nilai-nilai yang baik untuk menjadi seorang ASN,” ucap Ary saat diwawancarai para awak media.



Selain Mendagri dan Plt. Sekretaris Jenderal hadir pula 36 orang lainnya ayang terdiri dari eselon 1 dan beberapa eselon 2 seperti Inspektur Jenderal, Direktur Jenderal, Kepala Badan, Rektor IPDN, Staf Ahli Menteri, Sekretaris Inspektorat Jenderal, Sekretaris Direktorat Jenderal, Sekretaris Badan, Kepala Biro/Pusat di lingkungan Sekretariat Jenderal, Sekretaris Dewan Pengurus Korpri, Sekretaris Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), dan Kepala Biro Administrasi Kerja Sama dan Hukum Kampus IPDN.

Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA