Jumat, H / 24 September 2021

Internalisasi Nilai-Nilai Kementerian ESDM, Prahoro: Kita Belajar Langsung dari Pak Ary, Expertnya!

Rabu 28 Jul 2021 13:01 WIB

Reporter :Endah Diva Qaniaputri

Kepala BPSDM, Prahoro Nurtjahyo

Foto: Youtube

ESQNews.id, JAKARTA - Kementerian ESDM kembali menyelenggarakan Webinar One Hour University ke VIII, dengan Tema "Internalisasi Nilai-Nilai Kementerian ESDM” pada Rabu (28/7/2021).


Acara ini diisi oleh Motivator, Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian (Founder ACT Consulting), dipandu oleh Moderator Widyaiswara, Ani Maliani. Serta dihadiri oleh 1.400 orang, baik itu di forum Zoom Meeting maupun Live Streaming Youtube Channel PPSDM Aparatur.


<more>


Kepala BPSDM, Prahoro Nurtjahyo memberikan sambutan sekaligus membuka webinar pagi hari ini.


“Bersyukur kita masih diberikan nikmat sehat untuk terus mencari ilmu dan diterapkan dalam kehidupan kita. Untuk itu, mari kita dengarkan bersama-sama paparan dari Pak Ary Ginanjar,” ucapnya.


Mengingat pada tanggal 27 Juli 2021 kemarin, Presiden Jokowi telah melaunching Core Values ASN serta Employer Branding. Presiden RI tersebut menghimbau bahwa setiap ASN harus memiliki nilai yang sama yaitu Ber-AKHLAK (Berorientasi pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif).




“Oleh karena itu, hari ini kita belajar langsung dari Pak Ary, Expertnya. Jadi harapannya pada kesempatan kali ini kita semua bisa mendapat inspirasi dari Pak Ary,” harap Prahoro.


Seluruh pimpinan, jajarannya, serta insan PPSDM Aparatur memberikan applause dengan antusias dan melemparkan senyuman yang hangat. Di saat yang bersamaan, pembawa acara menyambut narasumbernya yaitu Ary Ginanjar Agustian.


Ary Ginanjar menyapa satu per satu para pimpinan yang hadir, sembari mengucapkan terimakasih atas kolaborasinya dalam internalisasi nilai-nilai di Kementerian ESDM.




“Ijinkan saya berbagi tentang corporate culture yang sudah saya bangun selama 20 tahun. Di 10 tahun pertama saya fokus di pembangunan karakter. Di 10 tahun kedua saya fokus ke pembangunan budaya kerja. Jadi kumpulan-kumpulan karakter di organisasi itu, maka lahirlah corporate culture,” paparnya.


Ia menjelaskan salah satu slide yang ditampilkan di layar Zoom dan Youtube dengan judul “Total Transformation Model.” Menurutnya semua organisasi, lembaga dan semacamnya pasti memiliki sebuah misi, visi, serta goals. Namun kerap kali mereka fokus kepada business transformation tanpa diimbangi dengan culture transformation.




“Jadi biasanya organisasi lebih mengutamakan business transformation seperti struktur, strategi dan sistem. Sehingga saat eksekusi tidak sesuai harapan. Harusnya penting bagi organisasi untuk mengkombinasikannya dengan sisi sebelah kanan yaitu behavior, values, dan beliefs,” tegas Ary.


Setelah menjelaskan tentang total transformation model, kini beralih kepada kalimat motivasi dari Peter F. Drucker “If we talk about management, we talk about human behavior and human institution.”


“Inilah menurut Nabinya management di Amerika yaitu Peter F. Drucker. Ia mengatakan bahwa kalau kita bicara management, maka artinya kita bicara tentang human behavior dan human institution,” lanjutnya.




Menurut Ani, pengembangan sebuah organisasi birokrasi agar selalu menjadi yang terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat tentu tidaklah mudah. Orientasi agar seluruh tim memegang teguh tujuan perlu adanya kesamaan visi, misi, nilai yang disepakati bersama.


Bagaimana caranya hal ini bisa dipupuk dan dibina? Tentu saja harus dengan cara yang sistematis. Kementerian ESDM menyatakan nilai-nilai yang telah disepakati bersama yaitu jujur, professional, melayani, inovatif, dan berarti.


“Penguatan nilai organisasi didukung dengan keluarnya Core Values dan Employer Branding ASN oleh Presiden Jokowi pada 27 Juli kemarin, dengan slogan Ber-AKHLAK,” ucapnya.




Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA