Selasa, H / 05 Juli 2022

Insan Bank Indonesia Belajar dari Kisah Artis Hollywood

Selasa 02 Mar 2021 17:42 WIB

Reporter :Endah Diva Qaniaputri

Potret saat kegiatan berlangsung

Foto: dok. ESQ

ESQNews.id, JAKARTA – “Jadi kesimpulannya, menurut survey bapak dan ibu semangat dan bahagia ketika mendapat gaji, fasilitas kesehatan, kesejahteraan dan lainnya,” tutur Coach Tiko (trainer ESQ) saat memandu Insan Bank Indonesia (BI) dalam Training Spiritual Revival PCS yang dilaksanakan pada Selasa (2/3/2021) melalui Platfrom Zoom.


Tiko memperkenalkan ilmu yang bernama ESQ Matrix. Esq matrix ini adalah motivasi, kebutuhan manusia yang perlu dipenuhi, di antaranya kepastian, tantangan, eksistensi diri, relasi dan cinta, perkembangan, kontribusi, dan Grand Why (meaning dan purpose) kehidupan.


"Kita semua harus berada di dalam tangga tertinggi yaitu level Grand Why, di saat itulah kita punya makna dan tujuan hidup. Karena untuk menjalani kehidupan kita harus punya tujuan. Kita pasti akan kembali kepada Yang Maha Kuasa. Jadi apapun yang kita kerjakan di dunia itu sebagai bekal."



<more>


Menurutnya ketika kepastian, tantangan, eksistensi diri, relasi dan cinta, perkembangan, kontribusi telah dimiliki seseorang namun tak punya Grand Why. Akhirnya akan bernasib seperti artis Hollywood di bawah ini:




Seperti yang kita ketahui, mereka mengakhiri hidupnya dengan cara yang memprihatinkan yaitu bunuh diri. Padahal mereka sudah punya segalanya.


"Padahal mereka punya semuanya dari level 1 sampai 6. Namun akhirnya bunuh diri, ternyata bersumber dari tidak merasakan kebahagiaan yang sejati, Pak Ary menyimpulkan mereka tidak memiliki meaning and purpose kehidupan.


Penyakit spiritual adalah yang sudah sibuk bekerja, beraktivitas, namun dia belum memahami makna serta tujuan mulia, untuk apa dia lakukan itu. Kecerdasaan spiritual diukur setidaknya kita bisa menjawab 3 pertanyaan yaitu siapa kita, dimana kita, dan mau kemana kita," tutupnya.


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA