Minggu, H / 29 Januari 2023

In House AoC Kemenko Marves di Menara 165

Selasa 25 Aug 2020 15:30 WIB

Reporter :Endah Diva Qaniaputri

Suasana Workshop Penguatan Agen Perubahan Kemenko Marves di Menara 165

Foto: dok. ESQ

“Ability to focus completely on what the client is saying and is not saying, to understand the meaning of what is said in the context of the client’s desires, and to support client self-expression.” Definisi menurut ICF.


ESQNews.id, JAKARTA – Workshop Penguatan Agen Perubahan Kementerian Koordinasi Maritim dan Investasi (Kemenko Marves) dilaksanakan selama dua hari di tanggal 24-25 Agustus 2020 yang berlokasi di Ruang Gibraltar, Menara 165.


Kegiatan yang diikuti oleh seluruh AoC Kemenko Marves dipandu oleh Coach Bram dan kak Rudi.


Kegiatan ini dibuka dan dihadiri oleh Agung Kuswandono selaku Sesmenko Marves, Budi Purwanto selaku Kabiro Hukum Kemenko Marves, Luki Alamsyah selalu Direktur Utama PT Arga Bangun Bangsa (ABB).


<more>


Para Direksi beserta jajarannya dibekali Basic Skill di lingkup Kemenko Marves yaitu ilmu listening (mendengarkan) dan questioning (bertanya).


Active listening (mendengarkan secara aktif) terdiri dari berbagai macam, yaitu:


. Listening to content (mendengarkan konten)

. Listening to meaning (mendengarkan sebuah makna)

. Listening to non verbal language (Mendengarkan bahasa non verbal)




“Saat mendengarkan lawan bicara kita, ingatlah untuk memperhatikan 3 style atau gaya kita. Di antaranya Results-style (Tertarik pada bottom line atau pesan inti saja). Reasons-style (Tertarik untuk mendengarkan rasional dari pesan. Dan gaya untuk membicarakan secara detail),” terang Coach Bram.


Improve your listening, karena mendengarkan lebih sulit dari berbicara. Tapi bila kita mendengarkan seperti memberikan jiwa kita. Seperti tingkatan kurva piramida berikut ini:




Kemudian ilmu penting lainnya seputar questioning (bertanya). Yang terdiri dari dari Close Ended (Pertanyaan tertutup) dan Open Ended (Pertanyaan terbuka).


Contoh Close ended: bisa dijawab dengan 'ya' atau 'tidak', cenderung menghasilkan jawaban yang berisi alasan, and it is a leading question with sense of judgement.


Open ended: menciptakan refleksi dan pemikiran yang luas, memperdalam pemahaman tentang suatu situasi, fair non emotional, and coming but of curiosity.




Pertanyaan tersebut biasa kita lontarkan kepada orang yang sudah kenal, dekat dengan kita. Bagaimana memulai berbagai pertanyaan dengan orang yang baru saja kita kenal?


“Caranya adalah dengan building rapport (membangun hubungan antar sesama). Gunakan ilmu Matching (membangun keserasian atau sesuai), Mirroring (bercermin dengan yang dilakukan oleh lawan bicara), Pacing, dan Leading. Seperti yang dilakukan oleh Barack Obama,” tutupnya.


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA