Jumat, H / 24 September 2021

Hasil Riset Bridge's untuk Bekal Insan PT REKIND, Awal Mula Perubahan

Selasa 04 May 2021 16:41 WIB

Reporter :Endah Diva Qaniaputri

Potret saat kegiatan berlangsung

Foto: dok. ESQ

ESQNews.id, JAKARTA - Melalui Zoom Meeting pada Selasa (4/5/2021), insan PT Rekayasa Industri (PT REKIND) mengikuti webinar yang mengusung tema "Culture Champion on Boarding Komunitas Amoniak" digelar oleh tim ACT Consulting.


Puluhan insan BUMN itu dipandu langsung oleh Coach Tiko dan Astrain Kemas (trainer lisensi dari Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian).


"Baik, bapak dan ibu sekarang kita coba lakukan brainstroming yah. Biasanya dan kebanyakan orang menulis dengan menggunakan tangan kanan, betul? Sekarang coba menulis pakai tangan kiri yah," ajak Tiko dari Studio lantai 23 Menara 165.


<more>


Insan REKIND mengikuti instruksi dari sang trainer.


"Nah, karena tidak terbiasa. Nampaknya agak kesulitan untuk mengubah kebiasaan tersebut. Emang sulit mengalami perubahan karena tidak biasa, artinya kita akan mengalami sebuah kondisi saat seseorang itu tidak mau berubah. Kira-kira apa alasan seseorang enggan menghadapi perubahan? " tanya pria berkacamata itu.




Dengan sigap dan tanggap, para partisipan langsung merespon pertanyaan itu secara bergantian.


Denny Syamsuddin, "Karena terlalu nyaman dengan kondisi yang sudah ada. Ingin stay atau berada di zona nyaman."


Yusuf, "Dia belum menyadari bahwa dia punya potensi tersendiri hingga akhirnya mengandalkan yang ada saja, tidak mencari kebisaan yang lain, jadi dia seperti itu saja."


Andyo, "Dia ingin bermain aman saja, ia juga takut gagal jadi tidak mau menanggung resiko yang terlalu besar sehingga dia jadi seperti itu."




Tiko memberikan applause sekaligus memberikan tanda dua jempol istilah kata 'top.'


"Yaa betul sekali bapak dan ibu, lebih kurang ini lah yang menyebabkan orang tidak mau berubah di antaranya budaya, nilai-nilai, tradisi lama, perbedaan perspektif dan goal, ketidakpastian, berkaitan dengan kepentingan pribadi (perubahan itu membuat dia merasa terancam). Untuk itu, kita harus menghargai budaya yang lama dan menerima dengan budaya yang baru."




Oleh karena itu, adanya perubahan bisa mempengaruhi emosional manusia. Seperti sebuah riset dari beberapa tokoh, salah satunya dari Bridge's terkait perjalanan siklus emosional manusia saat mengalami adanya perubahan.




"Ada 3 model saat seseorang mengalami perubahan. Pertama, dia akan merasa hidupnya sudah berakhir atau ending. Kedua, dia merasa biasa aja gak ada bedanya sebelum ataupun sesudah terjadi perubahan. Dan yang ketiga, dia akan bangkit, bagaikan seseorang yang terlahir kembali atau yang disebut the new beginning," tutup Tiko.




Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA