Senin, H / 28 November 2022

Hari Puisi Internasional (World Poetry Day)

Kamis 21 Mar 2019 16:57 WIB

Reporter :Endah Diva Qaniaputri

Goreskan Kalimat Puitis melalui PUISI

Foto: ESQ Media

ESQNews.id, JAKARTA – Memperingati Hari Puisi Internasional berawal dari penyelenggaraan pertemuan UNESCO ke-30 di Paris pada Oktober – November 1999. Puisi dianggap penting oleh UNESCO untuk dikembangkan dan dilestarikan. Sehingga UNESCO mengesahkan Hari Puisi Internasional pada bulan November 1999. Namun mulai ditetapkan sebagai Hari Puisi Internasional pada tanggal 21 Maret 2000 oleh penjuru dunia.

 

Berbeda dari Hari Puisi Internasional, di Indonesia memperingati Hari Puisi Nasional pada tanggal 28 April. Mengapa tanggal 28 April? karena bertepatan dengan tanggal wafatnya penyair terkenal yaitu Chairil Anwar. Disamping itu, penyair atau pujangga terkenal yang berkecimpung di dunia puisi adalah Sapardi Djoko Damono.

 

Seorang pujangga asal Bandung ini menarik hati masyarakat karena puisi yang ditorehkannya. Puisinya berkembang menjadi sebuah novel dengan judul “Hujan Bulan Juni” dan disulap menjadi sebuah Film.

 

Sapardi telah membuktikan bahwa puisi itu bersifat general atau luas. Puisi tidak sekedar goresan belaka dibalik lembar putih, namun bisa disajikan menjadi berbagai macam ekspresi. Misalnya dikembangkan dalam aspek seni, drama, tari, musik agar tidak ditelan oleh waktu.

 

Di zaman sekarang yang modern ini puisi sudah dianggap tabu, usang dan tertinggal. Namun tidak bagi Keyvan anak yang berusia 8 tahun sudah memberikan apresiasinya dan meresapi intisari setiap kalimat kepada puisi.


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA