Kamis, H / 17 Juni 2021

Hari Aksara (Internasional)

Selasa 08 Sep 2020 13:31 WIB

Reporter :Endah Diva Qaniaputri

Ilustrasi

Foto: Instagram @hariaksarasedunia

ESQNews.id, JAKARTA – “Literasi budaya lokal wujud cinta tanah air, dapat menumbuhkan karakter bangsa yang kuat serta semakin toleran terhadap keragaman.” – B.J. Habibie


Hari Aksara Internasional atau Hari Literasi Internasional (International Literacy Day) yang diperingati setiap tanggal 8 September, merupakan hari yang diumumkan oleh UNESCO pada 17 November 1965 sebagai peringatan untuk menjaga pentingnya sistem penulisan atau aksara.


Peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) pertama kali dilakukan pada tahun 1966. Perayaan HAI dilandasi oleh semangat untuk memberantas buta aksara di seluruh dunia.


Berdasarkan data UNESCO, secara global terdapat 781 juta penduduk dewasa yang tidak dapat membaca, menulis, dan berhitung. Dua pertiga dari mereka adalah perempuan. Sedangkan pada kelompok anak, terdapat lebih dari 126 juta anak yang tidak dapat membaca kalimat sederhana meskipun separuh dari mereka pernah bersekolah selama empat tahun.


<more>


Selain itu, ada 42% anak-anak dari keluarga kurang mampu dan berada di wilayah konflik tidak bisa sekolah (out of school) yang akan menjadi "calon" buta-aksarawan baru.


Oleh karena itu, strategi dan metode pelaksanaan pendidikan keaksaraan harus tetap dikembangkan sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi setiap negara. Karena ada pepatah sebagai berikut:


"Membaca adalah Melawan" - Berdikari Book


"Satu Anak, satu Guru, satu Buku, satu Pena dapat mengubah Dunia" - Malala Yousafzai


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA