Senin, H / 28 November 2022

Gandeng ESQ, KPK Bekali Paku Integritas untuk Petinggi di Kementerian dan Lembaga! Nurul Ghufron: Integritas Itu Kontrak Kita dengan Tuhan

Kamis 25 Aug 2022 20:01 WIB

Reporter :EDQP

Potret saat kegiatan berlangsung

Foto: dok. ESQ

ESQNews.id, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar Program Pelatihan Penguatan Antikorupsi untuk Penyelenggara Negara Berintegritas (Paku Integritas) di Padang Room The Westin Jakarta pada Kamis 25 Agustus 2022. Paku Integritas batch 3 kali ini, diperuntukkan kepada Para Eselon 1 (Dirjen, Sekjen, Irjen dan lainnya) di Kemendagri, BKPM, DKPP, Kemenperin, Mahkamah Agung. 


Dalam kesempatannya, Nurul Ghufron (Wakil Ketua KPK) memberikan paparannya di awal sesi. Kata dia, di tahun 2022 ini akan mengundang 10 Kementerian untuk mengikuti diklat sebanyak 4 batch ini. Sedangkan di akhir tahun, KPK secara khusus akan mengundang para Gubernur Provinsi, para Sekda, ketua DPRD, PJ Kepala Daerah bersama pasangannya untuk mengikuti program ini. 


“Hingga hari ini, KPK sudah berdiri selama 18 tahun. Banyak hal yang dilalui oleh KPK khususnya kasus kasus korupsi. Jika melihat di berita atau Koran, ada sekitar 1400 orang yang bermasalah sampai saat ini. Untuk menghadapi hal tersebut saya tekankan dengan 2 pendekatan atau cara,” ucap Wakil Ketua KPK itu dengan tegas.


Pria yang juga merupakan akademisi hukum Indonesia itu memaparkan secara singkat namun jelas terkait 2 pendeketan tersebut yakni secara eksternal (melalui sistem), dan secara internal (melalui diri sendiri/integritas). Dengan begitu harapannya, ke depan akan dapat terhindar dari perilaku atau tindakan tindakan kolusi korupsi maupun nepotisme.




“Sistemnya kami perbaiki supaya setiap pengelolaan wewenang publik dan pengelolaan keuangan negara mampu membuat kita semua sebagai penyelenggara negara tidak korupsi. Salah satu perbaikan sistem itu bisa di design dengan teknologi terkini. Nah ini yang saya namakan cara eksternal. Namun ini saja tidak cukup, harus dengan cara internal,” kata pria yang tampak gagah mengenakan jas warna hitam dan dasi merahnya itu.


“Untuk itu kita juga perlu cara yang kedua yakni secara integritas. Karena integritas itu kontrak kita dengan Tuhan. Orang orang yang disebut tidak berintegritas adalah orang orang yang lupa pada dirinya tentang siapa saya, dimana saya dan mau kemana saya. 2 pendekatan ini tentunya akan disampaikan lebih detail oleh Pak Ary Ginanjar sebagai pakarnya,” sambungnya.




Selain Wakil Ketua KPK, hadir juga dalam forum tersebut Wawan Wardiana (Deputi Dikmas KPK), Dian Novianthi (Direktur Diklat Antikorupsi KPK), serta para narasumber seperti Ary Ginanjar Agustian (Founder ESQ Group), Rhenald Kasali (Founder Rumah perubahan), Erry Riyana Hardjapamekas (Tokoh Pemberantas Korupsi Indonesia), dan lainnya.


“Sejumlah program terus dirancang KPK sebagai upaya menekan angka korupsi di tanah air. Terkini, KPK punya program penguatan antikorupsi yang menyasar para pejabat tinggi. Ada juga program khusus untuk eselon 2 ke bawah, agar Paku Integritas ini semakin menyebarluas,” kata Wawan.


Ia mengatakan bahwa kegiatan ini bentuknya pelatihan atau training dalam waktu yang dipadatkan. Seharusnya training ini dilaksanakan 3 hari namun dipadatkan menjadi 1 hari dari pagi hingga malam.


“Namun harapannya kita di sini dapat esensi atau pendalaman serta penguatan tentang karakter integritas, cara merawat integritas dan bagaimana cara mengimplementasikannya dalam keseharian kita selaku penyelenggara negara,” harap pria berbaju batik saat di podium.




“Kita sepakat bahwa identitas itu harus menjadi orientasi pembangunan SDM ke depan yaitu SDM yang jujur, berdedikasi, dan bermanfaat kepada orang lain. Hal itu harus menjadi jati diri bangsa Indonesia, kalau tidak menjadi jati diri bagi bangsa Indonesia, maka korupsi tidak akan pernah selesai,” tegasnya.


Sebagai tindaklanjut dari agenda ini, para pejabat negara diberikan tugas untuk membuat program-program terkait implementasi integritas di lingkupnya masing masing. Program program itu akan dilihat dan dinilai setelah 6 bulan ke depan. 


“Nanti ada semacam assessment. Jika bapak dan ibu dinyatakan lulus, maka Anda akan mendapat sertifikat dari BNSP dan berhak mendapat sebutan sebagai ahli pembangunan integritas. Saya orang pertama yang mendapat sertifikat itu agar menjadi role model bagi khalayak,” sambungnya.


Wawan juga memberikan informasi kepada petinggi yang hadir bahwa nanti sore mereka akan diajak jalan jalan mengunjungi rutan KPK yang harapannya ini kunjungan pertama dan terakhir. Mereka akan atmosfer menjadi tahanan sembari merenung selama 1 sampai 2 menit.


<more>


Untuk kesekian kali, KPK gandeng ESQ untuk memberikan training motivasi kepada para petinggi khususnya di lingkup Kementerian/Lembaga Pemerintah ini. Sekaligus memberikan pengantar dan pengenalan tagline paku integritas.


“Izin saya bukan untuk mengajari ikan hiu berenang. Di sini juga saya ingin menyimpulkan apa yang disampaikan oleh Pak Ghufron. Yang beliau sampaikan itu ada 3 dimensi atau tiga lapisan perubahan perilaku yakni dari segi hasil, proses, dan identitas. Semua itu bertujuan agar Indonesia bebas korupsi,” ucap Ary.


Lalu Pendiri Menara 165 itu bertanya, “Outcome dari KPK sebenarnya nangkap Koruptor atau Indonesia bebas korupsi?” 




Puluhan partisipan yang hadir serentak menjawab “Ingin Indonesia itu bebas korupsi.”




“Kemudian cara agar Indonesia bebas korupsi apa effort yang dibuat oleh KPK? Yaitu pencegahan dan penindakan serta perbaikan sistem. Pak Ghufron juga mengingatkan diri kita akan jati diri. Belia menyampaikan tentang jati diri secara spiritual,” papar sang Pakar Pembangunan SDM itu.


Ia melanjutkan dan membahas tentang 3 dimensi lainnya yakni komitmen intelektual (sebagai pejabat eselon 1), komitmen emosional (malu jika melakukan korupsi), komitmen spiritual (suara hati untuk memegang nilai integritas, karena mendapat kontrak dari Tuhan).


“Berbicara soal integritas, kita tahu bahwa manusia itu tidak dilahirkan untuk berbohong. Lalu bagaimana cara mengimplementasikan integritas dengan 3 K yaitu perlu adanya Keselarasan, Konsistensi, dan Keberanian,” ucap Ary.


Ary Ginanjar juga tak sendirian, ia ditemani oleh Coach Bramanto Wibisono dan Coach Iman Herdimansyah yang ikutserta berperan aktif dalam acara hari ini. Seperti memandu senam ringan yang diiringi musik, yel yel, sehingga suasana menjadi lebih seru dan fun.




Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA