“Biji kopi yang premium, maknanya adalah jika
kita memilih SDM yang memang berkualitas, kita olah di pendidikan, dengan
metode pembekalan yang baik. Guru yang baik akhirnya bisa menjadi anggota
polisi yang baik,” tutur Arief kepada Ary Ginanjar.
Belajar itu tidak akan pernah ada habisnya, ilmu itu bukan sesuatu yang harus disimpan. Ilmu, semakin disebarkan maka akan semakin banyak ilmu yang diperoleh juga.

<more>
Suhu air harus di atur, kalau terlalu panas tak akan enak, tidak maksimal. Begitu juga dalam mengajar harus tahu kondisi personil, jika sudah tak memungkinkan untuk extra belajar, tak usah dipaksa.
Saringan yaitu untuk menyaring sari kopi yang sudah terektraksi oleh air. Jadi pencampuran air dengan kopi ini akan menghasilkan kopi yang nikmat. Juga pada ilmu tidak hanya ilmu teori tapi juga hati.

“Maka dari itu saya mengundang pak Ary untuk ke Lemdiklat ini. Supaya bukan hanya ilmu yang bersifat teknis saja tapi juga ilmu yang ada di hati, harus diberikan pada duta-duta polisi. Sehingga akan menyatu seperti kopi yang nikmat ini,” tutupnya.
