Minggu, H / 29 Januari 2023

Filosofi Kopi ala Ketua Lemdiklat, Sang Barista (2)

Kamis 19 Dec 2019 14:33 WIB

Reporter :Endah Diva Qaniaputri

Ka. Lemdiklat bersama Founder ESQ saat bincang-bincang mengenai makna dari pembuatan kopi

Foto: Instagram @ary.ginanjar

“Biji kopi yang premium, maknanya adalah jika kita memilih SDM yang memang berkualitas, kita olah di pendidikan, dengan metode pembekalan yang baik. Guru yang baik akhirnya bisa menjadi anggota polisi yang baik,” tutur Arief kepada Ary Ginanjar.


Belajar itu tidak akan pernah ada habisnya, ilmu itu bukan sesuatu yang harus disimpan. Ilmu, semakin disebarkan maka akan semakin banyak ilmu yang diperoleh juga.


<more>


Suhu air harus di atur, kalau terlalu panas tak akan enak, tidak maksimal. Begitu juga dalam mengajar harus tahu kondisi personil, jika sudah tak memungkinkan untuk extra belajar, tak usah dipaksa.


Saringan yaitu untuk menyaring sari kopi yang sudah terektraksi oleh air. Jadi pencampuran air dengan kopi ini akan menghasilkan kopi yang nikmat. Juga pada ilmu tidak hanya ilmu teori tapi juga hati.




“Maka dari itu saya mengundang pak Ary untuk ke Lemdiklat ini. Supaya bukan hanya ilmu yang bersifat teknis saja tapi juga ilmu yang ada di hati, harus diberikan pada duta-duta polisi. Sehingga akan menyatu seperti kopi yang nikmat ini,” tutupnya.


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA