Jumat, H / 24 September 2021

ESQ MPP, Gara-Gara Kopi Tumpah, Ini Tanggapan Calon Purnabakti Insan PLN

Selasa 15 Jun 2021 12:33 WIB

Reporter :Endah Diva Qaniaputri

Potret saat acara berlangsung

Foto: dok. ESQ

ESQNews.id, JAKARTA - Persoalan kopi tumpah di dalam Workshop Pra-Purnabakti PT PLN (Persero) UPDL Bogor pada Selasa (14/6/2021) membuat para pesertanya menjadi heboh.

Pasalnya Coach Iman Herdimansyah (trainer lisensi dari Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian) memberikan ilustrasi cerita dengan 1 kejadian yang sama namun 2 respon yang berbeda.

"Suatu pagi di sebuah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak. Mereka sedang sarapan pagi di meja makan. Singkat cerita si anak menyenggol kopi sang ayah sehingga kopinya mengotori pakaian si ayah yang sudah rapi dan hendak berangkat kerja. Si ayah marah dan bergegas keluar rumah menuju kantor dengan emosi. Si anak nangis, dan sedih saat di sekolah, " papar Iman dari Studio ESQ yang ditemani oleh Coach Heidy. 

<more>

"Sedangkan cerita yang kedua masih sama alurnya tentang kopi tumpah. Namun tanggapan dari si ayah yang berbeda. Ia tetap tenang meskipun bajunya terkena kopi. Dan mengingatkan sang anak agar lebih berhati-hati. Setelah itu si ibu mengambil pakaian bersih di lemari dan ayah ganti baju. Suasananya berbeda bukan? Si ayah ke kantor dengan emosi yang stabil, sang anak ke sekolah dengan tersenyum.

Menurut bapak dan ibu apa kesimpulan dari peristiwa tadi? Dan peristiwa mana yang akan dipilih?" tanya trainer itu dengan wajah yang ramah. 



Fredi, "Dari pelajaran kisah tadi, kita harus bisa belajar kontrol diri, kontrol emosi. Karena saya juga membiasakan diri jangan terbawa emosi setiap kesel akan sesuatu. Dan bahaya juga kalau emosinya dibawa ke kantor atau tempat kerja."

Sedangkan peserta lainnya menjawab, "Saya setuju dengan respon ayah dari kisah yang kedua. Karena emosi juga tidak menyelesaikan masalah. Yang ada membuat hati tak tenang seharian. Intinya segala sesuatu yang terjadi kepada diri kita, usahakan respon positif yang muncul."



"Wahhh kerennn bapak dan ibu insan PLN ini insyaAllah memberikan energi yang positif setiap saat. Sama halnya menebar energi listrik ke penjuru Indonesia. Kalau begini sih trainingnya cukup sampai di sini karena sudah paham semua haha," tawa Iman renyah. 

Untuk lebih memperjelas dari kisah tersebut yang dikaitkan dengan masa pensiun, Iman membagikan salah satu slide, terlihat sebuah rumus di sana. 



"Realita yang tadi sudah saya ilustrasikan coba hubungkan dengan persiapan masa pensiun bapak dan ibu semuanya. Bahwa ketika kita semua sudah waktunya untuk pensiun, lebih baik responnya pun positif. Bukan sebaliknya seperti sedih, kecewa, putus asa dan lain-lain."

Sekitar 30 orang menuliskan kata-kata ini di dalam kolom chat, "Saat pensiun kita harus tetap enjoy, semangat karena akan lebih banyak waktu untuk berkumpul dengan keluarga, perbanyak ibadah, kelola bisnis dan usaha, lebih banyak waktu bersama pasangan anak dan cucu."

Kegiatan yang berlangsung hanya sehari itu, merangkum dari beberapa aspek seperti wisdom living (oleh Coach Iman), healthy session (dr. Wanarani Aries), financial quotient (oleh Indah Mardiani), dan leveraging assets. 

Modul Wisdom Living,  Coach Iman mengajak peserta training membangun Mindset Positif tentang episode pensiun. Mengenalkan metode Gerak-Kata-Fokus untuk mengelola energi. Mempelajari tentang mengapa dan bagaimana Grand Why dan Pemaknaan dapat meningkatkan kualitas hidup dan kebahagiaan. Serta berbagai macam pilihan aktivitas pensiun yang penuh makna.

Berikut 5 langkah atau phase menjelang masa pensiun tiba, agar siap menghadapi masa tersebut di high energy:



Suasana pelatihan menjadi terlihat lebih fun, santai namun kondusif karena diiringi dengan beberapa lantunan musik, senam ringan untuk menambah energi positif, adanya interaksi antara trainer dan pesertanya.



Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA