Selasa, H / 05 Juli 2022

Curahan Hati Tokoh 4 in 1 Ary Ginanjar Agustian

Senin 09 May 2022 17:00 WIB

Reporter :EDQP

Ary Ginanjar Agustian (Pendiri ESQ Group)

Foto: dok. ESQ

ESQNews.id, JAKARTA - Ary Ginanjar Agustian, Founder atau Pendiri ESQ Group memposting kisahnya di akun instagramnya pada Minggu 8 Mei 2022. Pria yang dikenal sebagai tokoh 4 in 1 (Motivator, Author, Educator, Entrepreneur) itu membagikan perjalanan hidupnya sebelum kesuksesan menghampiri.


Berikut ini adalah tulisan lengkapnya:


Ketika saya berjualan celana jeans kala itu jujur rasanya memang tidak mungkin saya bisa mencapai apa yang saya capai hari ini. Intinya saya hanya ingin merubah nasib.


Saya mulai sewa toko tiga bulan dengan modal 24 potong celana jeans murahan. Satu potong dibeli mahasiswa saya Hermawan yang kasihan melihat saya. Sisa 23 potong.


Teman-teman saya nyinyir dan sering mengejek saya, dan bahkan malu berteman dengan saya. Saya pernah diturunkan di tengah jalan oleh teman saya….Saya benar-benar merasakan kesendirian….


Tapi keinginan saya untuk berubah tetap membara saat itu.


Saya tidak mau makan di restoran dan saya tidak mau pergi ke bioskop yang bisa menghabiskan uang saya saja. Saya harus berubah dulu.


Setiap uang hasil keuntungan saya jadikan modal. Maklum modal saya hanya Rp 1 juta, dan Rp 100 ribu saya berikan ke Ibunda saya.


Hari demi hari saya jalani prosesnya. Dari satu potong ke satu potong penjualan celana seharga Rp 15.000 an…..


Berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan, bertahun-tahun.


Saya indekos satu buah kamar di Bali. Saya nikmati tidur di lantai beralaskan kasur busa tipis….


Saya nikmati makan mie tanpa telor…

Makan ayam tanpa daging, karena itu adalah tulang punggung ayam

Saya tidak pernah mengeluh. Saya tetap optimis, dan saya tetap bahagia meskipun orang mengasihani saya, karena saya adalah Anak muda yang tidak punya modal tapi ingin mengadu nasib.


<more>


Kini semua kenangan indah itu sudah berlalu. ALHAMDULILLAH.


Berbagai bidang usaha sudah saya miliki lebih dari 15 perusahaan. Namun tetap yang terindah adalah tidur di lantai dan makan tulang punggung ayam serta kenangan yang tidak terlupakan.


Sekarang saya memilih menjadi seorang motivator. Bukan karena itu sebuah profesi apalagi pekerjaan. Tapi karena saya tahu perasaan kamu, saya tahu rasanya dibully, saya tahu rasanya dinyinyir, saya tahu rasanya tidak punya modal, saya tahu pandangan mata meremehkan, dan saya tahu rasa mie tanpa telur dan tidur di atas kasur busa tipis di atas lantai.


Dan saya bisa merasakan perjuangan dan perasaanmu. Saya ingin menemanimu berjuang dalam kehidupan yang keras ini. Karena saya tahu rasanya kesendirian dalam kekurangan…..


“Ingat kekuatanmu adalah kegigihanmu.”


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA