Kamis, H / 09 Desember 2021

Collabs Wantanas - ESQ dalam Bela Negara Kampus

Kamis 10 Sep 2020 17:41 WIB

Reporter :Ida S. Widayanti

Ary Ginanjar saat menjelaskan 3 Dimensi Aksi Bela Negara

Foto: Ida

ESQNews.id, JAKARTA – Sekitar 150 peserta dari berbagai kampus hadir dalam Wabinar bertema “Peran Kampus dalam Bela Negara” Kamis (10/10/2020) pukul 09.30-12.00 WIB. Even tersebut merupakan kolaborasi antara Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) dan ESQ Business School.

 

Dalam acara yang menampikan dua narasumber utama yaitu Deputi Pengembangan Setjen Wantannas Marsda TNI Dr. Sungkono SE., M. SI, dan Founder ESQ Business School & ESQ School of Technology DR.H.C Ary Ginanjar tersebut hadir beberapa rektor, wakil rektor, dan para direktur dari berbagai perguruan tinggi. Rektor yang hadir  di antaranya Prof. Dr. Jamal Wiwoho dari UNS (Universitas Sebelas Maret), Moch Sukrisno dari Institut Teknologi Batam, Muhammad Isman Jusuf dari Universitas Gorontalo, Ivan Elisabeth Purba dari Universitas Sari Mutiara Medan.




Dalam paparannya Marsda Sungkono menekankan pentingnya Bela Negara bagi para milenial khususnya dalam menghadapi Bonus Demografi yaitu ketika komposisi penduduk didominasi oleh angkatan muda.

 

“Bonus Demografi jangan sampai menjadi musibah demografi ketika anak milenial tidak peduli Bela Negara,” ucap Sungkono.

 

Bela Negara, menurut Sungkono, tidak cukup indoktrinasi harus dicari pendekatan yang lebih sesuai dengan milenial karena mereka hidup di zaman informasi yang terbuka. Tidak cukup hanya aspek pengetahuan namun harus menyentuh sisi terdalam manusia.

Sungkono juga menambahkan bahwa salah satunya pedekatan yang dapat menyentuh dimensi intelektual, emosional dan spiritual manusia adalah ESQ.

 

Ary Ginanjar menambahkan bahwa pendekatan yang dijelaskan Sungkono itu sudah dilakukan ESQ selama 20 tahun. Dalam slide presentasinya, Ary menunjukkan gambar iceberg yang menampilkan dimensi pengetahuan (IQ) itu hanya sekitar 10% sedangkan emosional (EQ) dan spiritual (SQ) 90%.

 

“Ayo jujur kalau kita bicara dimensi manusia dalam iceberg ini mana yang kita isi? Yang 10% ini kan yang serius kita isi dengan mengembangkan kurikulumnya,” ujar Ary.


Ary kemudian menambahkan bahwa bagian 90% dari iceberg menjadi seperti ember kosong dan kemudian diisi oleh yang lain seperti Youtube, IG, Tiktok, dengan konten yang tidak mengandung Bela Negara. Bahkan Menurut Ary justru banyak konten yang mengandung perpecahan, bahkan tak jarang ujaran yang nyinyir.

 

Wantannas yang merupakan lembaga pemerintas yang berada bertanggungjawab langsung kepada Presiden ini berkomitmen untuk membangun semangat Bela Negara di kampus-kampus. Sebagai bukti keseriusannya Wantannas bekerjasama dengan ESQ akan mengadakan training gabungan Bela Negara kampus-kampus seluruh Indonesia pada hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2020.

 

 


Dapatkan Update Berita

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA