Rabu, H / 07 Desember 2022

Ciptakan Insan ASN yang Happy, Healthy, Wealthy di Lingkup Kemensetneg, Ary Ginanjar Berikan 3 Jurus Ini!

Selasa 07 Dec 2021 15:00 WIB

Reporter :EDQP

Ary Ginanjar Agustian (Founder ESQ)

Foto: Ary Ginanjar Agustian

ESQNews.id, JAKARTA - Telah berlangsung Ceramah Keagamaan Islam di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) pada Selasa (7/12/2021) secara daring dan luring. 


Acaranya dilaksanakan secara luring dari lantai 1 Aula Serbaguna Gedung 3 Kemensetneg, Jakarta Pusat. Hadir di dalamnya 50 orang lebih termasuk Agus Salim (Kepala Biro SDM Kemensetneg), Ary Ginanjar Agustian (Founder ESQ Leadership Center), Tiko (trainer ESQ), serta puluhan insan ASN Kemensetneg. Meskipun digelar secara offline, mereka tetap mematuhi protokol kesehatan. 




Hadir pula sekitar 200 orang secara daring melalui Zoom Meeting di antaranya para Pejabat Pimpinan Tinggi, Pejabat Pegawai, Rekan-rekan dari Istana Kepresidenan dari berbagai wilayah, Komplek-komplek Setneg dan lainnya. Serta dari platform YouTube, yang sudah ditonton sebanyak 1,481 views.


Kegiatan ini bertemakan tentang "Menjadi ASN yang Happy, Healthy, Wealthy dengan Menerapkan Nilai-Nilai Ber-AKHLAK." 




Menurut Agus Salim, alasan mengusung tema tersebut adalah untuk mengingat kembali 2 hal yang selalu disampaikan oleh Menteri Setneg kepada insan ASN di lingkup Kemensetneg.


“Kita tidak hanya bekerja keras, tapi juga harus bekerja cerdas secara intelektual, emosional, dan spiritual. Oleh karena itu, kami menyempatkan waktu untuk mengisi kegiatan ceramah atau keagamaan dari berbagai agama seperti Islam, Hindu, Kristen, Budha, dan lainnya,” papar pria berkopiah hitam itu.




Ia juga menambahkan bahwa, “Kemudian Pak Menteri selalu menyampaikan kepada kita selaku insan dari Kemensetneg agar bisa Happy, Healthy, Wealthy baik di lingkup pekerjaan maupun di rumah.”


“Tema ini juga dipadukan dengan Nilai-Nilai Ber-AKHLAK seperti yang sudah dicanangkan oleh Pak Presiden RI,” lanjutnya.


Ber-AKHLAK merupakan nilai dasar atau Core Values ASN yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo bulan Juli 2021 lalu. Ber-AKHLAK merupakan singkatan dari Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. Selain itu, juga diresmikan employer branding ASN sebagai semboyan, yakni Bangga Melayani Bangsa.




Sesuai tema yang diusung, Ary Ginanjar memberikan tips kepada para ASN di Kemensetneg agar menjadi Abdi Negara yang Happy, Healthy, Wealthy dengan menerapkan Nilai-Nilai Ber-AKHLAK.




“Ada tiga tips agar bapak dan ibu menjadi ASN yang Happy, Healthy, serta Wealthy. Kuncinya adalah finding the grand why, managing response, dan culture as foundation,” ucap sang Motivator Indonesia itu yang sedang berdiri di panggung megah dikelilingi bunga yang berwarna warni.


Puluhan orang yang berada di sebuah Aula besar nan elegan yang berbalut warna merah dan gold itu terlihat sedang menyimak dengan seksama. 




“Yang pertama adalah kita harus memiliki mindset dengan grand why. Artinya, kita harus punya makna dan tujuan dalam hidup. Kalau istilahnya Pak Presiden adalah employer branding bangga melayani bangsa. Itu grand why-nya ASN,” papar Ary.


Ary melanjutkan paparannya, “Kemudian yang kedua adalah managing response. Kita harus bisa mengendalikan respon dengan focus kepada harapan. Apapun yang terjadi harus merespon dengan positif, hindari prasangka atau tindakan negatif.”


<more>


“Terakhir adalah bangun budaya kerja Ber-AKHLAK. Pak Presiden juga menyampaikan saat launching Core Values ASN, bahwa ke depan teknologi akan berubah. Maka yang harus kita pelihara adalah Core Values yaitu Ber-AKHLAK,” tutupnya.




Sebelum acara dimulai, insan ASN dan Ary Ginanjar bersama tim melaksanakan shalat dzuhur berjamaah di Aula Serbaguna Gedung 3 Kemensetneg RI tersebut. Kemudian dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh saudara Sudrajat. Suasana saat itu sangat khidmat dan tenang.




Di akhir sesi, setelah proses tanya jawab, Agus Salim mewakili para ASN Kemensetneg memberikan sebuah plakat kepada Ary Ginanjar sebagai tanda apresiasi dan penghargaan. Kemudian dilanjutkan dengan sesi foto dan pembacaan doa bersama.




Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA