Selasa, H / 18 Mei 2021

Catat Tanggal Puasa Ayyamul Bidh, Ini Fadhilah dan Keutamaannya

Senin 17 Jun 2019 11:06 WIB

Pilih..Endah Diva Qaniaputri

Ustadz Khalid Basalamah memberikan materi seputar puasa Ayyamul Bidh

Foto: Youtube

ESQNews.id, JAKARTA – Puasa Ayyamul Bidh adalah salah satu puasa sunnah yang jika dilakukan mendapat pahala. Ayyaamul Bidh artinya adalah hari-hari putih di mana pada tanggal tersebut terjadi bulan purnama dengan sinar warna putih.

 

Untuk tahun ini jatuh pada pertengahan bulan Juni selama tiga hari setiap bulan pada tanggal 17, 18 dan 19. Puasa sunnah ini bertepatan dengan tanggal 13, 14 dan 15 Hijriyah.

 

Lalu bagaimana jika di tanggal-tanggal tersebut dilanda banyak aktivitas sehingga lupa melaksanakannya?. Dilansir dari Youtube Channel Wadah Muslim, Ustadz Khalid Basalamah menjelaskan “Karena pada umumnya kita menggunakan tahun kalender Masehi bukan Hijriyah, walaupun saya tekankan teman-teman untuk membeli kalender yang ada Hijriyahnya. Dan sekarang di kalender ada point note ‘Puasa Ayyamul Bidh’. Puasa ayyamul bidh tidak mesti ditanggal 13,14,15 Hijriyah, diperbolehkan tanggal berapa pun asal dilaksanakan 3 hari berturut-turut di bulan Hijriyah”.

 

Menurut HR. Bukhari: Puasa 3 hari tersebut sama dengan puasa setahun penuh. Baginda Rasulullah SAW pernah mengatakan ada 3 hal yang tidak pernah di tinggalkan selama ia hidup. Dua rakaat shalat dhuha, puasa 3 hari setiap bulan dan tidak akan tidur sebelum melaksanakan witir.



Adapula Riwayat dari Ibnu Abbas bahwa ketika Nabi Adam AS diturunkan ke muka bumi seluruh tubuhnya terbakar oleh matahari sehingga menjadi hitam/gosong. Kemudian Allah memberikan wahyu kepadanya untuk berpuasa selama tiga hari (tanggal 13, 14, 15). Oleh karenanya ketika berpuasa pada hari pertama, sepertiga badannya menjadi putih. Puasa hari kedua, sepertiganya lagi menjadi putih. Puasa hari ketiga, sepertiga sisanya menjadi putih.


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA