Jumat, H / 24 September 2021

Bank Jatim Berprestasi di Era VUCA, Edrianto Sigit: Miliki Ketangguhan Seperti Baja

Jumat 19 Mar 2021 17:35 WIB

Reporter :Endah Diva Qaniaputri

Dari kiri layar Revi, Edrianto Sigit, dan Nofel Windo

Foto: dok. ESQ

ESQNews.id, JAKARTA - Direktur Kepatuhan dan Manajemen Resiko Bank Jatim, Edrianto Sigit Cahyono dan Revi (Kepala Divisi HC) turut hadir serta memberikan sambutan dalam Training ESQ Character Building Batch 1, yang mengusung tema "Building Integrityand Akhlak Attitude" pada Minggu (14/3/2021) di Hotel Aria Centra, Surabaya.

 

Melalui Program ini diharapkan pegawai baru Bank Jatim menyadari pentingnya bersikap dan berperilaku yang berakhlak (karakter), untuk mencapai kesuksesan dan menjadikan integritas sebagai bagian dari Budaya Perusahaan Bank Jatim yakni EKSPRESI, yang harus dipegang teguh dan diterapkan.

 

“Dengan adanya program ini diharapkan pegawai baru Bank Jatim dengan sapaan BajaMuda, kelak memiliki ketangguhan seperti Baja yang siap mewujudkan impian Bank Jatim menjadi BPD No. 1 di Indonesia,” harap Edrianto.

 


Ia menegaskan bahwa Akhlak dan Integritas harus menjadi perilaku pegawai Bank Jatim.

 

“Dari 12.000 pelamar, mereka yang terpilih ini harus mensyukurinya dengan kerja terbaik memaksimalkan GKF (Gerak, Kata, dan Fokus),” sambungnya.


<more>

 

Untuk mewujudkan hal itu, 60 orang peserta dari Front liner dan Analis Kredit yang hadir dalam ruangan tersebut dipandu langsung oleh trainer lisensi dari Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian yakni Coach Nofel Windo serta Nuzul Romadhona (Astrain).

 

“Prestasi merupakan Kompetensi x ENERGI. Untuk mendapatkan prestasi terbaik selain memiliki kompetensi,  maka faktor yang sangat menentukan adalah level energi.



 

Untuk menaikkan level energi menuju energi yang positif. Maka 2 hal yang dapat dilakukan sebagi solusi yaitu lakukan GKF (Gerak, Kata, Fokus) serta temukan Grand WHY (alasan tertinggi meaning dan Purpose bekerja di Bank Jatim),” papar Nofel dengan penuh semangat dan powerfull.

 

Suasana pelatihan sangat khidmat saat beberapa materi dijabarkan. Namun tetap dibuat enjoy, karena adanya interaktif seperti aktivitas game dan sesi diskusi. Seisi ruangan yang mendukung, full AC, lampu-lampu yang menderang, ‘permadani’ merah dengan motif yang elegan, penataan kursi yang rapi (sesuai dengan protokol kesehatan) membuat orang nampak nyaman di dalamnya.



 

“Untuk mampu mengendalikan perubahan dan siap bersaing serta berprestasi di Era Vuca, maka 80 % kuncinya adalah Karakter atau Akhlak. Karakter yang didorong oleh nilai-nilai yang diyakini oleh pemahaman terhadap tujuan yang mulia,” kata Nofel.

 

Menurut pria berjas hitam, pegawai Bank Jatim perlu menemukan Meaning and Purposenya. Sehingga mereka bisa mendapatkan alasan yang kuat dan mulia bekerja di Bank Jatim, sebagai jalan pengabdian kepada Tuhan Yang  Maha Esa dengan cara  bermanfaat untuk sesama.

 

“Apabila kalian telah menyadari makna dan tujuan utama pekerjaan, maka integritas akan menjadi harga mati yang tak boleh dilanggar.”



 

Insan Bank Jatim yang serempak mengenakan seragam putih itu terus menyimak kalimat demi kalimat yang disampaikan oleh Gurundanya. Mereka nampak termenung.


Setelah pegawai Bank Jatim memahami pentingnya akhlak termasuk integritas dan menemukan Grand Why. Di sesi akhir, peserta dibekali cara mendesain impian yang ingin dicapai dalam 3 tahun kedepan.




Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA