Selasa, H / 05 Juli 2022

Arab Saudi Luncurkan VR (Virtual Reality-Metaverse) Hajar Aswad Ka'bah: Efektif dan Solutif untuk Dakwah Milenial

Kamis 10 Feb 2022 17:30 WIB

Reporter :EDQP

Ilustrasi

Foto: Tangkapan Layar

Oleh: Muhamad Solihin (GM ESQ Tours)

 

ESQNews.id, JAKARTA - Ziarah ke Mekkah membawa jutaan Muslim ke Arab Saudi setiap tahun. Tapi sekarang kerajaan telah meluncurkan inisiatif realitas virtual yang dikatakan akan memungkinkan umat Islam untuk menyentuh Hajar Aswad, sebuah batu di sudut tenggara Ka'bah suci, tanpa meninggalkan rumah.


Dinamakan "Virtual Black Stone Initiative", teknologi VR baru akan membawa situs paling suci Islam ke ruang keluarga Muslim pada saat Covid-19 telah menghambat perjalanan dan otoritas Saudi membatasi jumlah jamaah untuk mengatasi pandemi.


Batu berdiameter 30 cm di Ka'bah, yang dikenal dalam bahasa Arab sebagai al-Hajr al-Aswad, dipuja oleh umat Islam, yang percaya bahwa batu itu telah jatuh dari surga dan berasal dari era Adam dan Hawa.


Sheikh Abdul Rahman al-Sudais, imam Masjidil Haram di Mekkah, adalah orang pertama yang mengalami skema tersebut, memakai kacamata virtual reality untuk peresmian pekan lalu.




Sheikh Sudais mengatakan bahwa Arab Saudi memiliki "situs keagamaan dan sejarah besar yang harus kita digitalkan dan komunikasikan kepada semua orang melalui sarana teknologi terbaru."


Menurut Dr. Abdul Adzim Irzad, jika penggunaan teknologi Metaverse yang dikeluarkan oleh Facebook ini digunakan untuk seperti layaknya berHaji atau BerUmroh maka nilai jihadnya tidak ada, rohani tetap kering kerontang, padahal Haji dan Umroh itu adalah ibadah fisik, Rohani yang penuh hikmah dan misteri ungkap beliau.


Dr. Abdul Adzim kemudian menyampaikan bahwa namun jika teknologi ini digunakan untuk pelatihan manasik Haji dan Umroh  maka sangat efektif dan menjadi media dakwah, karena peminat bukan hanya Muslim. Ini sangat bagus, efektif dan solutif terutama bagi kaum milenial.


Semua muslim berbadan sehat diharapkan untuk melakukan haji, ziarah tahunan utama ke Mekkah, setidaknya sekali dalam hidup mereka.


<more>


Pada bulan Juli, Arab Saudi hanya mengizinkan 60.000 warga dan penduduk, yang divaksinasi lengkap, untuk melakukan haji, angka yang turun dari 2,5 juta jemaah pada 2019, sebelum pandemi.


Awal bulan ini, Arab Saudi mendeteksi kasus pertama Omicron, varian Covid-19 yang baru, dan memberlakukan larangan perjalanan pada non-warga negara dari tujuh negara Afrika.


Ini bukan crossover teknologi Batu Hitam pertama yang dicoba Arab Saudi tahun ini.


Pada bulan Mei, Arab Saudi mengambil 1.050 foto beresolusi tinggi selama tujuh jam dari Hajar Aswad, yang disentuh, dicium, atau dilambai oleh umat Islam saat berjalan melewatinya.


Foto-foto, yang berukuran 49.000 megapiksel, membutuhkan waktu lebih dari 50 jam untuk dikembangkan, mengungkapkan dengan fokus tajam detail relik suci, yang dulunya putih tetapi telah berubah menjadi hitam selama berabad-abad karena penggunaan.


Pimpinan Quality Control Haji dan Umroh ESQ, H. M Afif S.Ag. menyampaikan bahwa itu merupakan bagian dari perubahan dan perkembangan zaman, dan juga bagian daripada tanda tanda akhir zaman. Dimana semua itu ditandai dengan salah satunya kemajuan teknologi yang sangat pesat dan drastis.  Itu semua bagian dari dinamika kehidupan.


Kemajuan teknologi, tidak semuanya membawa dampak positif tapi juga bisa membawa kepada dampak negatif, bahkan lebih banyak negatifnya. Sehingga akan merugikan manusia, baik secara lahiriyah, insaniyah, duniawiyah maupun bathiniyah ukhrowiyah (aqidah ).


Contoh sederhana: berapa banyak ketika muncul sebuah formula, buatan /karya Ilmiyah manusia yang dikatakan hebat, dahsyat dsb, lalu org itu di puji, di agung agungkan, seperti dewa,  sadar dan tanpa sadar kita terbawa kepada ke syirikan.


Sumber : https://www.middleeasteye.net/news/saudi-arabia-kaaba-black-stone-hajj-vr-muslims-homes


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA