Senin, H / 08 Agustus 2022

Apa itu Stunting? Perlu dicegah!!!

Jumat 01 Nov 2019 14:27 WIB

Reporter :Endah Diva Qaniaputri

Ilustrasi

Foto: listverse.com

ESQNews.id, JAKARTA – Stunting bisa diartikan kerdil. Kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama dalam 1000 hari pertama kehidupan.


Jumlah anak Stunting di Indonesia tertinggi di Asia Tenggara. Anak stunting yang terjadi di Indonesia tidak hanya dialami oleh keluarga miskin dan kurang mampu, tetapi juga terjadi pada anak dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan lebih tinggi pada anak dari kelompok masyarakat miskin.


Hal ini bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor misalnya sanitasi (air bersih, jamban sehat, dan cuci tangan pakai sabun), faktor gizi (ASI, MP ASI dan imunisasi) bersumber dari (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia).


Faktor Sanitasi


Penyebab:

. 1 dari 5 rumah tangga masih BAB di ruang terbuka

. 1 dari 3 rumah tangga belum memiliki akses ke air minum bersih

. Cuci tangan dengan benar masih rendah


Solusi:


. Jarak letak sumber air dengan jamban dan tempat pembuangan sampah minimal 10 meter

. Harus dijaga kebersihannya seperti tidak ada genangan air di sekitar sumber air, dan dilengkapi dengan saluran pembuangan air, tidak ada kotoran, tidak ada lumut pada lantai/dinding sumur


. Ember penampung air dilengkapi dengan penutup dan gayung bertangkai, dijaga kebersihannya

. Sumber mata air harus dilindungi dari bahan pencemar

. Sumur gali, sumur pompa, kran umum dan mata air harus dijaga bangunannya agar tidak rusak

. Lantai sumur sebaiknya kedap air (diplester) dan tidak retak, bibir sumur dan dinding sumur harus diplester dan sumur di tutup


<more>


Faktor Gizi


Praktek pengasuhan yang tidak baik:

. Kurang pengetahuan tentang kesehatan dan gizi sebelum dan pada masa kehamilan

. 60% dari anak usia 0-6 bulan tidak mendapatkan ASI eksklusif

. 2 dari 3 anak usia 6-24 bulan tidak menerima MP-ASI yang bergizi


Terbatasnya layanan kesehatan termasuk layanan ANC (Ante Natal Care), Post Natal dan pembelajaran dini yang berkualitas:

. 2 dari 3 ibu hamil belum mengkonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) yang berisi zat besi dan asam folat

. 1 dari 3 anak usia 3-6 tahun tidak terdaftar di PAUD (Pendidikan  Anak Usia Dini)

. Menurunnya tingkat kehadiran anak di Posyandu (dari 79% di 2007 menjadi 64% di 2013)

. Belum semua ibu hamil mendapatkan akses yang memadai ke layanan imunisasi

Kurangnya akses ke makanan bergizi pada ibu hamil:

. Ketersediaan makanan terbatas

. Kurangnya daya beli keluarga

. Kurangnya konsumsi makanan sumber protein hewani


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA