Kamis, H / 17 Juni 2021

Analogi Perjalanan Culture di Pupuk Indonesia Group Bersama Yuli Purwanti

Jumat 16 Apr 2021 13:16 WIB

Reporter :Endah Diva Qaniaputri

Potret saat kegiatan berlangsung

Foto: dok. ESQ

ESQNews.id, JAKARTA –  Sekitar 50 orang berada dalam forum kegiatan culture breaks via zoom meeting pada Kamis (15/4/2021), dalam rangka sesi pertemuan rutin para Pengelola Budaya di 11 korporasi Pupuk Indonesia (PI) Group. Hal ini bertujuan untuk Upskilling, mentoring, consultating. 


Mereka berasal dari berbagai golongan, mulai dari direksi hingga karyawan (staff), mereka insan dari Pupuk Iskandar Muda (PIM), Pupuk Indonesia (PI), Pupuk Kujang Cikampek (PKC), Mega Eltra (ME), Petrokimia Gresik (PG), Pupuk Sriwijaya Palembang (PSP), Pupuk Kaltim (PKT), Pupuk Indonesia Pangan (PIP), REKIND, PIL, PIE, dan lainnya.


Yuli Purwanti (Leadership and Culture Specialist), Ariningtyas Prameswari (Project Manager), dan tim ACT Consulting lainnya memandu insan PI Group tersebut.



<more>


Yuli mengusung tema “Why we need crazy communication?”, menurutnya kata crazy itu dalam artian memiliki cara komunikasi yang berbeda atau tidak biasa, karena terjadi transformasi di dalamnya.

 

“Transformasi itu sebuah journey (perjalanan) bukan destinasi. Budaya atau nilai itu sudah ada di setiap perusahaan, namun sekarang berubah atau transformasi menjadi AKHLAK, ya kita harus terima. Kita tinggal melakukan sebuah perjalanan agar implementasi dan internalisasi AKHLAK terealisasi dengan baik,” sambungnya.




Kemudian, penulis buku Culture Starts at the Top itu mengilustrasikan analogi perjalanan budaya dengan sebuah gambar.

 


 

“Ibarat kita mau melakukan perjalanan dari Jakarta ke Aceh. Semua orang di dalamnya mempunyai tujuan yang sama. Namun yang dilakukan saat perjalanan pasti berbeda, ada yang mengendarai, membaca peta, memainkan ponsel, tidur dan lainnya.



 

Agar tidak bosan atau monoton, harus diselingi dengan bernyanyi bersama, canda tawa, bercerita, adakan permainan sehingga perjalanan menjadi asik dan semua senang saat mencapai tujuan. Sama halnya di dalam perusahaan, untuk mencapai visi dan misi, diperlukan sebuah tim yang kompak dan saling mendukung,” tutup Yuli.


Hal itu dibenarkan oleh Rizal, perwakilan dari holding, “Omong kosong kalau kita gak kenal dengan timnya. Touch emotion tim atau orangnya, kalau mau berkomunikasi bukan hanya fokus ke targetnya tapi fokus kepada proses menuju targetnya.”




Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA