Minggu, H / 09 Agustus 2020

Wanita Karir? Anda Perlu Perhatikan Hal Berikut!

Jumat 06 Jul 2018 06:00 WIB

Santi Rahmawati

ilustrasi wanita yang sedang bekerja

Foto: bustle

ESQNews.id - Menghabiskan waktu berjam-jam di tempat kerja tanpa memperhatikan kondisi tubuh merupakan suatu kejahatan individu yang seringkali tidak diperhatikan oleh banyak orang. Terlebih ketika tujuan bekerja adalah untuk membangun karir dan menghasilkan cukup uang untuk memenuhi ambisi hidup, ditambah biaya hidup yang tinggi serta tanggungan lainnya yang membuat seseorang dapat bekerja sangat keras dan melupakan kondisi tubuh.

Tapi, tahukah Anda bahwa sebuah penelitian baru mengemukakan bahwa bekerja dengan jam kerja yang sangat panjang dapat meningkatkan risiko diabetes pada wanita.

Penelitian yang dipublikasikan pada 2 Juli 2018 di British Medical Journal Open Diabetes Research and Care yang berlangsung selama 12 tahun dengan melibatkan sebanyak 7.065 pria dan wanita Kanada usia 35-74 untuk memeriksa hubungan antara jam kerja yang panjang dan diabetes.

Dilansir melalui CNN News peneliti menemukan bahwa wanita yang secara teratur bekerja 45 jam atau lebih per minggu memiliki tingkat 63 persen lebih mungkin untuk terkena diabetes dibandingkan wanita yang bekerja 35 sampai 40 jam setiap minggu. 

Ketika para peneliti menyesuaikan faktor-faktor seperti frekuensi olahraga, merokok, dan konsumsi alkohol, efeknya tidak berkurang banyak, yang berarti bahwa efek dari hari kerja yang terlalu panjang saja dapat secara signifikan meningkatkan risiko diabetes pada wanita - bahkan jika mereka aktif merokok dan minum alkohol. Secara signifikan, tingkat risiko diabetes yang serupa tidak ditemukan pada pria yang bekerja dengan waktu yang panjang.

Peneliti utama Dr. Mahee Gilbert-Ouimet mengatakan bahwa Wanita cenderung melakukan dua kali lebih banyak pekerjaan yang tidak dibayar, seperti pekerjaan rumah tangga dan tugas keluarga lainnya.

Jam kerja yang panjang dikombinasikan dengan gaji yang lebih rendah, dan pekerjaan rumah tangga harian tambahan yang tidak dibayar berarti bahwa wanita mungkin lebih rentan terhadap hormon stres, seperti kortisol yang menyebabkan gangguan. Dalam regulasi gula darah - secara signifikan meningkatkan risiko diabetes.

Peningkatan kortisol yang dipicu stres dapat memengaruhi tingkat insulin, yang memengaruhi seberapa baik tubuh mengatur gula darah. Tingkat stres yang tinggi juga cenderung berdampak negatif pada tidur dan naiknya insomnia, hal ini mempengaruhi tingkat kesehatan mental dan insulin dan semuanya dapat berkontribusi terhadap peningkatan risiko diabetes.




Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA