Sabtu, H / 08 Agustus 2020

Uighur di AS Deklarasikan Hari Kemerdekaan Turkestan Timur

Rabu 14 Nov 2018 10:48 WIB

Singgih Wiryono

Salah seorang muslim Uighur di Amerika Serikat

Foto: Anadolu

ESQNews.id, WASHINGTON, DC - Aktivis Uighur di AS menandai "hari kemerdekaan" komunitas mereka dengan protes dan pawai di ibukota AS pada Selasa kemarin (12/11).


Tanggal 12 November adalah ulang tahun ke-74 dan ke-85 dari dua republik Uighur berumur pendek, yang dikenal sebagai Turkestan Timur, yang didirikan di wilayah yang kini menjadi bagian dari Cina.


Mereka yang hadir di acara yang diselenggarakan oleh Gerakan Kebangkitan Nasional Turkistan Timur termasuk Rebiya Kadeer, salah satu pengasingan Uighur paling terkenal di dunia dan mantan presiden Kongres Uyghur Dunia.


Baca juga: China Memaksa Muslim Uighur untuk Murtad


Dengan membawa bendera kemerdekaan Amerika Serikat dan Timur Turkestan, para aktivis di luar Gedung Putih meminta AS untuk menekan Cina agar menghentikan penganiayaan terhadap minoritas Muslim.


Dilansir dari Aljazeera, meskipun laporan tentang pelecehan terhadap warga Uighur sudah ada sejak lebih dari satu dekade, tahun lalu telah menyaksikan intensifikasi penganiayaan kelompok minoritas berbahasa Turki.


PBB telah mengkritik Cina karena menahan sekitar satu juta Muslim di kamp-kamp interniran di mana mereka tunduk pada indoktrinasi politik dan budaya. Dalam laporan Aljazeera dituliskan sekitar dua juta orang telah melewati kamp-kamp di beberapa titik.


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA