Rabu, H / 19 Desember 2018

Trump Minta Saudi Tingkatkan Produksi Minyak untuk Tekan Harga

Senin 02 Jul 2018 09:01 WIB

Titin Nuryani

Donald Trump

Foto: globalnews.ca

 Trump minta Saudi tingkatkan produksi minyak untuk tekan harga
Permintaan presiden AS datang seminggu setelah OPEC yang dipimpin Saudi dan Rusia setuju untuk meningkatkan produksi minyak

ESQNews.id, NEW YORK - Presiden Donald Trump, yang telah lama mengkritisi harga minyak yang tinggi, mengatakan pada Sabtu, agar meminta Arab Saudi meningkatkan produksi minyak guna mengurangi harga di pasar minyak global.

“Saya hanya berbicara kepada Raja Salman dari Arab Saudi dan menjelaskan kepadanya karena kekacauan dan disfungsi di Iran dan Venezuela, maka saya meminta Arab Saudi meningkatkan produksi minyak, mungkin hingga 2 juta barel, untuk membuat perbedaan karena harga minyak sangat tinggi. Dia setuju," Trump menulis di akun Twitternya.

Sementara itu dilansir dari Anadolu Ajansi, produksi minyak Venezuela telah menurun tajam. Selain itu, AS kembali memberi sanksi terhadap Iran sehingga dapat dilihat sebagai alasan sebenarnya di balik harga minyak yang membukukan kenaikan besar-besaran minggu ini.

Setelah Departemen Luar Negeri AS pada Selasa mendesak sekutu dan perusahaan untuk berhenti membeli minyak mentah dari Iran pada 4 November, patokan internasional minyak mentah Brent naik 6,5 persen dan Amerika West Texas Intermediate melonjak 9,3 persen sejak Selasa hingga Jumat.

Trump telah menyalahkan Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) yang menjaga harga minyak tetap tinggi di masa lalu ketika dia masih menjadi seorang pengusaha, dan baru-baru ini mengulangi kritiknya terhadap kartel OPEC.

"Harga minyak terlalu tinggi, OPEC melakukannya lagi. Tidak bagus!" Trump menulis di Twitter dua minggu lalu.

Sementara pada April dia juga menulis di Twitter. “Sepertinya OPEC lagi. Dengan catatan jumlah minyak di seluruh tempat, termasuk kapal-kapal penuh di laut, harga minyak secara artifisial sangat tinggi! Tidak bagus dan tidak akan diterima!" kicau Trump.

Meskipun harga minyak yang tinggi menguntungkan para produsen minyak serpih AS untuk meningkatkan output mereka dan meningkatkan pendapatan, namun Trump diyakini lebih suka menjaga harga rendah untuk konsumen Amerika di stasiun pemompaan sebelum pemilihan umum jangka menengah pada bulan November.

Hingga kini belum diketahui apakah Saudi selaku eksportir minyak mentah terbesar dunia dan kelas berat OPEC, akan benar-benar berkomitmen terhadap permintaan Trump dalam jangka pendek tanpa berkonsultasi dengan kartel dan Rusia terlebih dahulu.

Pekan lalu, OPEC yang dipimpin Arab Saudi dan anggota non-OPEC Rusia setuju untuk meningkatkan produksi minyak mentah dengan total 1 juta barel per hari (bpd) untuk sisa tahun ini.

Sementara analis mengatakan Kerajaan Saudi dapat meningkatkan produksinya sebesar 500ribu bpd sebelum akhir tahun. Peningkatan 2 juta bpd dari Riyadh dapat menyebabkan gangguan mendadak di pasar minyak global, hilangnya investasi, dan ketidakpercayaan terhadap Kerajaan dari sesama anggota kartel dan Rusia.


Dapatkan Update Berita

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA