Rabu, H / 19 Desember 2018

Tokoh Konghucu: Alquran Adalah Obat Bagi non-Muslim

Selasa 05 Jun 2018 07:03 WIB

-

Tokoh Konghucu Malaysia, Tan Sri Lee Kim Yew

Foto: asiatatler

ESQNews.id, JAKARTA - Tokoh Konghucu Malaysia, Tan Sri Lee Kim Yew menyumbang sebuah mushaf Alquran sulaman raksasa kepada umat Islam melalui Presiden Joko Widodo. Tan mengatakan meskipun non-Muslim, kecintannya kepada Alquran begitu tinggi. Hal itulah yang membuatnya termotivasi untuk menghadiahkan mushaf sulaman raksasa kepada Indonesia.


“Sesungguhnya Alquran adalah obat yang baik tidak hanya bagi Muslim tapi juga Non-Muslim,” ujar Tan di Jakarta, Senin (4/6).


Tan mengatakan Islam memiliki moto bahwa surga berada di bawah telapak kaki ibu. Hal ini adalah bentuk penghormatan kepada wanita.


Baca juga: Meaningful Journey, Perjalanan Penuh Makna saat Berhaji


“Alquran menjadi vitamin rohani. Itu mengapa saya memberikan Alquran kepada Indonesia,” kata Tan.


Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerja Sama Antar Agama dan Peradaban, Din Syamsuddin mengatakan sumbangsih Tan menjadi sindiran bagi Muslim di Indonesia, yang punya Alquran akan tetapi tidak pernah membaca Alqurannya.


“Ini harus jadi pelajaran bagi kita,” kata Din.


“Kita sering sekali hanya menjadikan Alquran sebagai mahar pernikahan, tapi setelah itu diletakkan di lemari,” tambah Din.


Din pun berharap agar mushaf raksasa ini bisa ditempatkan di ruangan khusus agar bisa dibaca masyarakat Indonesia. Mushaf sulaman ini dibuat dengan tangan oleh komunitas Muslim Haiyuan, Ningxia, Provinsi Otonomi Khusus Muslim di Tiongkok. Komunitas ini dikenal memiliki tradisi kuat dalam menyulam.


Baca Juga: Aturan Ganjil Genap tak Berlaku Selama Libur Lebaran


Proses pengerjaan sulaman Mushaf sepanjang 17 meter ini membutuhkan ketelatenan, ketelitian dan ketrampilan khusus sulam. Seorang penyulam profesional, dalam sehari maksimal hanya bisa menyelesaikan tiga baris tulisan.
Setelah menyumbang Alquran raksasa, Tan berniat membangun sebuah Masjid berbahan tembaga. 


Masjid tersebut rencananya dibangun di  Pesantren Modern Internasional Dea Malela, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.


Source: Anadolu


Dapatkan Update Berita

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA