Kamis, H / 27 Februari 2020

Tiga Wasiat Rasulullah SAW

Senin 04 Mar 2019 09:36 WIB

Author :Redaksi

ilustrasi.

Foto: shutterstock

ESQNews.id - Kita mungkin pernah mendengar istilah ulama menyebut Jawamiul Kalim. Istilah itu memiliki makna: bahasa yang singkat, namun punya makna yang sangat mendalam. Hal inilah yang sering kita jumpai dalam sabda Rasulullah Saw. Salah satunya dalam hadits : "Dari Abu Dzar Jundub bin Junadah dan Abu Abdirrahman Muadz bin Jabal radhiyallahu anhuma, dari Rasulullah Saw beliau bersabda, Bertakwalah kepada Allah di mana pun engkau berada. Iringilah keburukan dengan kebaikan, niscaya kebaikan tersebut akan menghapuskan (keburukan). Dan pergauilah manusia dengan akhlak yang mulia. (HR. At-Tirmidzi, dan dia berkata: Hadits Hasan Shahih).


Dalam hadits di atas, terkandung tiga wasiat Nabi yang sangat penting, baik hubungan manusia kepada Allah maupun hubungan manusia ke sesama manusia.


1. Perintah Takwa Dimana pun Kita Berada
Nabi tidak hanya memerintahkan takwa semata, namun bertakwa dimana pun kita berada, baik di tengah keramaian maupun di sunyi bersendirian. Inilah takwa yang sebenar benarnya, dan takwa yang paling berat. Imam Syafii mengatakan, Perkara yang paling berat itu ada tiga, dermawan saat memiliki sedikit harta, meninggalkan hal yang haram saat sendirian dan mengatakan kebenaran saat berada di dekat orang yang diharapkan kebaikannya atau ditakuti kejahatannya (Jami Ulum wa Hikam 2/18).


Ketika seorang bersendirian, menyepi tanpa ada yang mengetahui, maka hal itu akan mendorongnya untuk lebih mudah bermaksiat. Kecuali ia sadar betul bahwa Allah senantiasa mengawasinya, dan rasa takutnya menjadi lebih besar sehingga ia tidak berani melakukan kemaksiatan.


2. Segera Lakukan Amal Saleh
Hadits di atas menjelaskan perintah untuk bersegera melakukan kebaikan tatkala terjerumus dalam keburukan. Tidak seperti anggapan sebagian orang, jika sudah terciprat, maka tercebur sekalian saja biar basah. Hal ini adalah anggapan yang sangat keliru. Bahkan hadits yang mulia ini menjelaskan perintah untuk segera bertobat. Karena tobat adalah bagian dari amal saleh yang paling mulia dan harus disegerakan. Allah Taala berfirman, "Dan bertaubatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung". (QS. An-Nur: 31)


Hadits di atas juga menerangkan bahwa perbuatan baik yang dilakukan, akan menghapuskan dosa. Tentunya dosa yang terhapus hanyalah dosa kecil, karena dosa besar hanya terhapus jika pelakunya benar-benar telah bertobat. Sebagaimana sabda Nabi Saw: "Shalat lima waktu, dari Jumat ke Jumat selanjutnya, serta Ramadan ke Ramadan adalah sebagai penghapus dosa di antara waktu itu, selama menjauhi dosa-dosa besar. (HR. Muslim No. 233).


3. Akhlak Mulia Kepada Manusia
Wasiat yang terakhir adalah perintah untuk berakhlak yang mulia kepada sesama manusia. Setelah dua wasiat di atas menyebutkan perintah yang berhubungan antara Allah dan manusia. Contoh gampang dalam berakhlak mulia adalah senyuman yang diiringi wajah yang berseri dan bertegur sapa ketika bertemu. Oleh karena itu, Rasulullah mengaitkan antara akhlak dengan iman yang sempurna. Dimana Beliau Saw bersabda, "Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling bagus akhlaknya". (HR. At-Tirmidzi No. 2612, ia berkata: Hadits Shahih).


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA