Rabu, H / 19 Desember 2018

Tarmizi A Karim: ESQ Membawa dan Mengisi Perdamaian di Aceh

Selasa 15 May 2018 07:58 WIB

Ida S. Widayanti

Tarmizi

Foto: Ida SW

ESQNews.id, JAKARTA - Salah seorang yang mendapatkan ESQ Apreciation on Alumnae Achievement di ESQ Award 2018 adalah Dr. Tarmizi A Karim. Mantan gubernur Aceh ini pernah menjadi ketua koordinator relawan yang mengumpulkan dan memakamkan ribuan korban tsunami 2004. Tarmizi juga tercatat sebagai tokoh yang membawa ESQ Perdana tahun 2003  di Aceh. Pada Minggu malam (13/5) Tarmizi hadir bersama sang istri di Granada Ballroom Menara 165. 

 

 Ditanya tentang kesannya mendapat penghargaan ini, Tarmizi yang pernah menjabat sebagai bupati Aceh Utara ini mengaku bersyukur.  “Bersyukur pada Allah dan berterimakasih pada guru kami Pak Ary Ginanjar bersama seluruh tim yang dipercayakan dalam memilih penghargan ini.”

 

Namun ada hal yang lebih berkesan saat menerima anugerah penghargaan ini. Ia menjadi terkenang akan perjuangannya dalam meredam konflik di Aceh. 

 

“Hal ini, sesungguhnya melambungkan perasaan saya pada belasan tahun lebih ketika pertama kali bersama Pak Ary membawa 165 ke Aceh. Pada saat itu sedang puncak konflik, sehingga kami mendatangkan Pak Ary dengan tank dan mobil anti peluru. Karena ESQ dalam filosofi 165 yang kita padukan di sana bagaimana orang berpikir bahwa tidak ada persaudaraan yang lebih tinggi kecuali persaudaraan iman,” tuturnya.

 

Menurut pria kelahiran 24 Oktober 1956 ini, seperti itulah perjalanan konflik di Aceh menghadapi situasi puncak. Oleh karena itu ia bersama para tokoh berusaha membawa berbagai pihak yang terlibat dalam konflik yaitu: aparat, masyarakat, dan terutama para tokoh GAM untuk mengikuti training ESQ.

 

“Pak Ary memberikan sebuah pencerahan dalam melembutkan batin mereka sehingga mereka mau berpelukan dengan tentara dan polisi, bukan hanya tokoh pejuang biasa tapi pimpinan GAM. Yang paling sentral waktu itu Pak Muzakir dan Sofian Dawood yang hadir di tengah-tengah training ESQ,” kenangnya

 

Itulah yang ia lakukan bersama istrinya, mantan walikota Banda Aceh Illiza, dan tokoh lainnya sehingga membuat suasana di Aceh menuju pada perdamaian.

 

Ditanya tentang bagaimana Aceh di masa depan, Tarmizi mengharapkan ESQ menjadi spirit untuk meningkatkan kesejahteraan di ACEH.

 

“Karena di suasana di Aceh sudah periode perdamaian, maka harus mengisi perdamaian dengan ESQ. ESQ menjadi spirit untuk Aceh membangun recovery kembali menuju kesejahteraan seluruh aspek kehidupan,” paparnya optimis.

 

Saat ini Tarmizi menjabat sebagai senior adviser World Bank yang hari-harinya diisi dengan berjuang untuk membangun spirit di desa-desa di seluruh Indonesia. Ia pernah aktif  menjabat Direktur Jendral Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa yang menyusun Undang-undang Desa. Sebuah peraturan yang mengatur pemerintah untuk mengucurkan dana desa di Indonesia. 

 

“Kini setelah pensiun saya kembali membantu bagaimana dana ini bisa efektif sampai ke masyarakat di desa-desa,” pungkasnya. 

 


Dapatkan Update Berita

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA