Minggu, H / 21 Oktober 2018

Siswa Indonesia Kembali Torehkan Juara Bidang Kimia dan Fisika dalam Ajang Internasional

Selasa 31 Jul 2018 12:02 WIB

Rep:-/Ed:Santi Rahmawati

Siswa Indonesia Kembali Harumkan Nama Bangsa di Bidang Kimia dan Fisika

Foto: kemendikbu.go.id

ESQNews.com - Jakarta - Tim Olimpiade Saind Indonesia kembali mengukir prestasi di ajang olimpiade bidang kimia dan fisika setelah sebelumnya meraih empat perak pada ajang International Biology Olympiad (IBO) di Iran, pekan lalu.

Medali emas bidang kimia pada ajang International Chemistry Olympiad (IChO) ke-50 di Republik Ceko, diraih oleh Ong Christo[er Ivan Wijaya, siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Kristen YSKI, Semarang. Sedangkan untuk bidang fisika pada ajang International Physics Olympiad (IPhO) ke-49 di Lisbon, Portugal, diraih oleh Johanes, siswa SMA Kristen Frateran, Surabaya. 

Selain membawa pulang medali emas, Abdullah Muqoddam  siswa asal Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Serpong, meraih medali perak dalam tim ICho Indonesia. Bahkan dua medali perunggu juga diborong ileh Rizki Kurniawan, siswa SMA Negeri 1 Metro, Lampung, dan Muhammad Syaiful Islam, siswa SMA Cindera Mata, Bekasi. Keempat siswa yang mewakili Indonesia bersaing dengan 309 siswa dari 80 negara peserta IChO 2018.

Sementara, tim IPhO Indonesia yang meraih medali perak yaitu Jason Jovi Brata siswa SMA 1 BPK Penabur, Jakarta, serta medali perunggu masing-masing diraih oleh Ahmad Aufar Thoriq, siswa SMA Semesta BBS, Semarang; Bryant Juspi, siswa SMA Dharma Yudha, Pekanbaru, dan Raditya Adhidarma Nugraha, siswa SMA Negeri 1 Yogyakarta. Kelima remaja tersebut telah mengharumkan nama Indonesia di ajang Internasional yang mampu bersaing dengan 670 siswa dari 90 negara peserta IPhO 2018.

Dilansir melalui laman Kemendikbud, Direktur Pembinaan SMA Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Purwadi Sutanto, merasa bangga atas prestasi yang diraih para siswa yang merupakan hasil seleksi berjenjang mulai dari tingkat sekolah, kabupaten/kota, provinsi hingga tingkat nasional yakni ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) di Pekanbaru, Riau, pada 2017 yang lalu.

“Prestasi ini, kado ulang tahun hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-73. Tim IChO, alhamdulillah bawa empat medali dan tim IPhO raih satu emas, satu perak dan tiga perunggu. Ini prestasi luar biasa. Ini membanggakan buat kita semua bangsa Indonesia,” ungkapnya saat menjemput delegasi IChO dan IPhO di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Senin (30/7).

"Sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 34 Tahun 2006 tentang Pembinaan Prestasi Peserta Didik, setiap siswa yang berprestasi dalam ajang internasional akan mendapatkan penghargaan berupa beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi," lanjutnya.

Para siswa yang telah lulus kini melanjutkan pendidikan ke jenjang Perguruan Tinggi , salah satunya Abdullah Muqoddam yang kini kuliah di Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia. Menurutnya saat mengikuti perlombaan tersebut saingan terberat adalah para siswa dari negara-negara maju.

“Saingan terberat kebanyakan dari negara-negara maju, seperti Amerika, Rusia dan China. Mereka itu dapat medali emasnya dengan nilai paling tinggi,” ungkap Muqoddam.

Sementara itu, Ros Hayati, Kepala SMA Cindera Mata, Bekasi, menjelaskan bagaimana penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk pengembangan peserta didik di bidang sains dan teknologi. 

“Disini BOS kami manfaatkan untuk pembinaan anak-anak, pengembangan anak-anak. Setiap kompetisi kami dorong anak-anak untuk ikut, dan alhamdulillah pada OSN 2017 dan 2018 kami berturut-turut mendapat emas di bidang kimia dan biologi, dan sekarang kami bangga atas prestasi siswa kami yang telah ikut IChO di Ceko” jelasnya.



Dapatkan Update Berita

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA