Rabu, H / 19 Desember 2018

SIM G, Cara Atasi Masalah Adiksi Gadget pada Anak

Selasa 21 Aug 2018 14:59 WIB

Nindya Putri Rismayanto

Dalam segmen Pojok Diskusi bersama pakar parenting Ida S. Widayanti (21/2)

Foto: dok. ESQ/Titin Nuryani

ESQNews.id, JAKARTA - Bahaya Ponsel tidak hanya berdampak pada kecerdasan anak yang terhambat, lebih berbahaya lagi. Ponsel pintar yang terhubung ke internet tidak membatasi konten yang bisa diakses. Permasalahan inilah yang membawa Ida S Widayanti, pakar parenting dari ESQ Leadership Training Center yang juga penulis buku untuk mecanangkan program SIM G, Surat Izin Menggunakan Gawai.


Bermula dari banyaknya laporan yang Ida terima dari sekolah dan para orang tua mengenai anak-anaknya, persoalan seperti turunnya daya konsentrasi, sulit fokus, kontrol gerak menurun, serta kemampuan bersosialisasi yang kian memudar, Ida berinisiatif untuk menggalakkan program SIM G kepada masyarakat agar membentuk kesadaran terhadap batas penggunaan gawai pada anak.


“Saya melihat ini seperti sebuah fenomena gunung es. Di permukaan mungkin tidak terlihat banyak, tapi di bawah masalah ini sangat luar biasa. Jadi bukan hanya dari sisi aspek kontennya saja, namun juga di banyak hal.” Jelasnya, pada acara Pojok Diskusi ESQNews.id, Selasa (21/8).


Baca juga : ESQNews.id Canangkan Program Bertajuk Pojok Diskusi


Ida juga memaparkan, adiksi terhadap gawai atau gadget pada anak memiliki pengaruh yang mengerikan bagi kehidupan sosialnya, anak menjadi lebih individualis dan mengalami penurunan daya empati, simpati serta kepekaan sosial. “Anak-anak yang terlalu asik dengan gadget dalam jangka lama, dapat mengurangi interaksinya dengan orang lain, semakin berkurang interaksi maka semakin berkurang juga kepekaan sosialnya,” tutur Ida.


Solusi terpenting bagi persoalan adiksi penggunaan gadget pada anak menurut Ida ialah edukasi terhadap orang tua. Ini disebabkan oleh banyaknya orang tua yang telah memberikan gadget untuk anak bahkan sejka usia mereka masih 2 tahun. “Kebanyakan orang tua ingin cara cepat dalam mengatasi tantrum anak, ketika anak menangis, orang tua langsung memberikan gadget. Pada akhirnya, hal itu juga yang menjadi keresahan mereka,” ujarnya.

Melihat kenyataan ini, Ida mengharapkan program SIM G bisa menjadi gerakan masif mulai dari sekolah, lingkungan keluarga, hingga mencapai komunitas yang lebih besar yaitu masyarakat luas melalui edukasi dan peraturan yang disepakati dan diberlakukan masyarakat.


Dapatkan Update Berita

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA