Jumat, H / 23 Agustus 2019

Segitiga Cinta Rasulullah

Kamis 06 Dec 2018 18:00 WIB

Reporter :Ida S Widayanti

Cinta Rasulullah

Foto: google image

ESQNews.id, JAKARTA – Bertempat di Ballroom Granada Menara 165 sekitar 2000 jamah menghadiri acara Maulid Nabi Muhammad SAW bersama Ustadzah Halimah Alaydrus dan Ustadzah Samira Alhabsyi pada Kamis, (6/12). Acara yang diselenggarakan oleh Majelis Taklim Ahbabuzzahro tersebut berlangsung dari pukul 8.00-12.00 WIB.



Selain pembacaan surah Yasin, shalawat Nabi, dan doa  juga ada pembacaan puisi. Ceramah yang disampaikan Ustadzah Halimah sangat menyentuh, membuat para peserta meneteskan air mata. Wanita kelahiran Indramayu ini dikenal sebagai Ustadzah yang kerap mengisi peringatan Maulid di berbagai Majelis Taklim.



Di awal ceramahnya Halimah memaparkan tentang Segitiga Cinta Rasulullah antara cinta Nabi Muhammad kepada Allah, dan cinta Nabi Muhammad kepada umatnya.


Halimah mengungkapkan bahwa Nabi Muhammad adalah makhluk yang paing dicintai Allah. “Allah tidak pernah mencintai apapun dan siapapun dari makhluknya lebih daripada cinta Allah kepada Nabi Muhammad,” ujarnya.


Halimah pun memaparkan tentang betapa cintanya Rasulullah kepada umatnya. Yang diingat sepanjang masa adalah keselamatan umatnya, bahkan kalimat terakhir yang diucapkan beliaupun adalah umatnya. Kini sudah selayaknya umatnya senantiasa mengingat Nabi Muhammad.



“Melihat siapapun kaka teringat Nabi Muhammad, bahwa ia adalah umat nabi Muhammad. Melihat Ulama, engkau tahu bahwa mereka adalah pewaris Nabi Muhammad. Melihat anak yatim, engkau mengingat bahwa mereka adalah orang yang disayang-sayang Nabi Muhammad dan beliau pernah berkata, ‘Saya adalah bapak bagi anak-anak yatim,” ujar Halimah dengan nada lembut namun terkadang melengking dan menghentak.



“Ia adalah kekasih yang bahkan purnama cemburu melihat cahayanya. Setiap memandang apapun Engkau mengingat Nabi Muhammad. Kini seberapa Nabi Muhammad dalam pikiran, hati dan lisan kita,” imbuhnya.


Menurut Halimah, penyesalan yang akan sangat besar di hari nanti  adalah orang yang bangun tidur sampai tidur lagi, namun Nabi Muhammad tidak terlintas di pikirannya.


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA