Minggu, H / 21 Oktober 2018

Peserta Reguler Magelang : Training Ini Membuat Saya Menangis Dengan Nikmatnya

Senin 14 May 2018 16:38 WIB

Rep:Gita Siti Fauzia/Ed:Gita Siti Fauzia

Training ESQ Reguler Magelang Angkatan 9, 12-13 Mei 2018

Foto: ESQ Jateng

ESQNews.id, MAGELANG –

Bertempat di Hotel Oxalis, Magelang, Jawa Tengah telah digelar training ESQ Reguler angkatan 9 Magelang pada 12-13 Mei 2018 lalu. Training yang diikuti 73 peserta ini dipandu oleh trainer berlisensi DR. Ary Ginanjar Agustian, Nofel Windo dan Agus Wiyono.

Peserta pun mendapat makna yang mendalam saat mengikuti training ESQ ini. Wening salah satunya. Menurut pengakuannya, ia merupakan orang yang paling sulit meneteskan air mata, namun berbeda saat mengikuti training ini.

“Saya ini susah buat nangis. Bahkan saya sudah 3 kali umroh dan saat melihat Ka’bah belum mampu meneteskan air mata tapi saya bisa merasakan kedamaian disana. Di training ESQ ini pecah tangis saya. Saya bersyukur dan bahagia sekali,” terangnya.

Bahkan ia pernah menanyakan hal tersebut kepada ustad yang dikenalnya.

“Saya sampai tanya ke ustad kenalan kenapa tidak bisa menangis tapi beliau bilang ‘yang mengizinkan menangis itu Allah, mau menangis atau tidak itu haknya Allah. Kamu tetap merasa jadi orang baik dan teruslah berbuat baik. Segala kesalahanmu kamu hanya minta taubat, urusan nangis itu urusan Allah.’ “jelasnya.

Menurutnya training ESQ yang diikutinya ini merupakan training yang dahsyat dan berbeda. Ia pun menuturkan meskipun tidak ada gambar Ka’bah namun audio dan penyampaian yang disampaikan trainer cukup membuatnya menangis.

“Ditraining ini selama 2 hari saya bisa menangis dengan nikmatnya, saya ucapkan syahadat begitu nikmat saya rasakan dalam hati saya. Terima kasih kepada para trainer,” ujarnya.


Berbeda lagi dengan Maria, dalam training yang diikutinya kali ini, ia tidak lagi melihat keraguan dalam memeluk agama Islam yang diyakininya.

“15 tahun yang lalu saya berpindah keyakinan menjadi Islam tapi saya tidak tahu Islam itu seperti apa karena tidak ada yang memimpin saya untuk mempelajari Islam secara mendalam karena saya besar di keluarga yang taat pada keyakinan sebelumnya. Jadi saya mencari sendiri Islam itu bagaimana dengan mengikuti kajian di sana sini,” akunya.



Ia juga menuturkan bahwa selama 3 tahun ini bertemu dengan teman yang mau membantunya untuk mengenal Islam lebih dalam.

“Alhamdulillah saya ikutan training ESQ ini karena teman saya, justru teman saya malah gak ikut trainingnya dan merelakan training ini buat saya. Semoga Allah berikan rezeki dan kesehatan buat teman saya ini,” jelasnya

Selama dua hari training berjalan, Maria juga akhirnya merasakan keterbukaan pada hatinya. Pemaparan dari trainer ESQ membuatnya merasakan getaran yang dahsyat dalam hatinya.

“Hari pertama training membuat hati saya terbuka dan menangis apalagi kata-kata dari ka Nofel selaku trainer ‘bahwa tiada Tuhan selain Allah’, selama ini kata-kata itu hanya didengar lalu masuk dalam pikiran saya tapi tidak masuk ke hati saya, tapi kemarin entah kenapa hati saya seperti dibukakan mendengar kalimat tersebut. ‘bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad utusan Allah’. Training ini membuat keimanan saya semakin kuat dan sudah tidak ada keraguan lagi. Semoga dengan mengikuti ESQ ini saya istiqamah,” jelasnya seraya di aamiin-kan oleh peserta yang mendengarkan sharingnya.


Dapatkan Update Berita

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA