Senin, H / 06 April 2020

Persamaan Fenomena Corona dengan Isra Mi’raj

Senin 23 Mar 2020 17:09 WIB

Reporter :Endah Diva Qaniaputri

Ary Ginanjar Agustian

Foto: Instagram @ary.ginanjar

"Kita tidak bisa Isra' Mi'raj, tapi kita bisa "berjumpa" dengan Allah melalui shalat 5 waktu" - Ary Ginanjar

ESQNews.id, JAKARTA - Kondisi Indonesia yang sedang dilanda cobaan ini cukup memprihatinkan. Turut berduka dengan bertambahnya jumlah masyarakat yang terkena wabah corona, sehingga memakan korban jiwa. Semoga kita semua diberikan kesabaran dan keikhlasan, dan mudah-mudahan segera pergi corona ini. Agar bangsa Indonesia kembali normal dan damai sejahtera.

Saat ini juga bukan sebuah kebetulan bahwa tanggal 22 Maret 2020 memperingati Isra Mi'raj. Sejarah baginda Muhammad SAW sebelum Isra Mi'raj adalah tahun duka cita. Saat kehilangan istri yang dicintainya Siti Khadijah, paman yang mencintainya yaitu Abi Thalib dan juga terkena boikot selama beberapa waktu.


Hingga tidak bisa berdagang, tidak bisa berkomunikasi, jauh dengan keluarga. Lalu baginda Muhammad SAW, dihibur oleh Allah SWT, dan kemudian beliau diberangkatkan ke Sidratul Muntaha (Perjalanan Isra Mi'raj sekaligus berjumpa dengan Allah SWT).  Lalu turunlah perintah shalat 5 waktu.

<more>

Menurut Ary Ginanjar fenomena Isra Mi'raj dengan wabah virus corona ada sebuah kemiripan. Saat ini juga Indonesia mengalami tahun duka dengan kematian para dokter tercinta yang berkorban, serta para korban Corona.

Jika di jaman Nabi di boikot oleh kaum Quraisy tetapi kita di boikot oleh Corona dan Covid-19. Persamaannya yaitu mengalami tekanan, mengalami kurungan dan karantina masal.

"Maka fenomena Isra Mi'raj ini harus menjadi sebuah jawaban dari Allah SWT. Isra Mi'raj ini adalah hadiah untuk kita supaya kita tahu jawaban," terang Ary.

Ada 3 jawaban yang membuat hati tentram:

  1. Apabila kita mencuci tangan, menjaga jarak, lalu mengisolasi diri. Ini adalah cara intelektual untuk membuat kita merasa aman.

  2. Secara emosional, kita mampu mengatur emosi. Harus mampu memfokuskan kepada kesehatan supaya kita tetap bersyukur dan bahagia. Dengan cara seperti itu, jiwa kita sehat, badan kita kuat.

  3. Spiritualitas, ini kekuatan yang paling besar. Yang paling hebat yang diajarkan di dalam Isra Mi'raj. Yaitu berjumpa dengan Allah, memohon pertolongan kepada Allah.


Ary Ginanjar memberikan ucapan bela sungkawa kepada para tim medis, dokter khususnya yang telah dipanggil menunaikan tugas. Berjuang,untuk membela masyarakat yang sedang terkena musibah serangan covid-19.

Ucapan terimakasih yang tak terhingga kepada para dokter, perawat, dan juga staff Rumah Sakit. Yang telah mengorbankan dirinya bukan hanya waktu saja tapi nyawanya dipertaruhkan, demi melindungi masyarakat.

Semoga menjadi amal ibadah di sisi Allah dan tercatat dalam tinta emas sejarah Indonesia. Aamiin...

Selengkapnya di sini:



Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA