Jumat, H / 24 Januari 2020

Perry Warjiyo : 7 Kebijakan Moneter BI Siap Ditempuh pada 2019

Rabu 28 Nov 2018 10:00 WIB

Reporter :AA

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo

Foto: dok. Ist

Kebijakan moneter BI akan tetap difokuskan pada stabilitas, khususnya pengendalian inflasi sesuai sasaran 3,5 plus minus 1 persen dan stabilitas nilai tukar rupiah sesuai fundamentalnya


ESQNews.id, JAKARTA – Bank Indonesia menyebut telah menyiapkan tujuh langkah kebijakan yang akan ditempuh pada 2019. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia di Jakarta, Selasa (27/11/2018), mengatakan yang pertama adalah kebijakan moneter BI akan tetap difokuskan pada stabilitas, khususnya pengendalian inflasi sesuai sasaran 3,5 plus minus 1 persen dan stabilitas nilai tukar rupiah sesuai fundamentalnya. 


“Stance kebijakan moneter yang pre-emptive dan ahead-the-curve akan dipertahankan pada tahun 2019,” tambah Perry. Langkah kedua, Perry menyebut kebijakan makroprudensial yang akomodatif akan ditempuh BI untuk mendorong intermediasi perbankan dalam pembiayaan ekonomi, termasuk untuk menjaga ketahanan sistem keuangan dengan memperkuat surveilans terhadap bank-bank besar dan korporasi yang sistemik.


Kebijakan ketiga lanjut Perry, sistem pembayaran akan terus dikembangkan untuk kelancaran, efisiensi, dan keamanan transaksi pembayaran nontunai maupun tunai, termasuk dalam mendukung ekonomi dan keuangan digital.


“Keempat, akselerasi pendalaman pasar keuangan terus didorong untuk mendukung efektivitas kebijakan Bank Indonesia dan pembiayaan ekonomi secara lebih luas,” jelas Perry. Dia juga mengatakan BI akan terus berpartisipasi aktif dalam inovasi berbagai instrumen pembiayaan untuk pembangunan infrastruktur ke depan. 


Kebijakan kelima menurut dia, BI akan mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, baik melalui program-program Bank Indonesia maupun sebagai bagian program Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS). Selanjutnya, pada kebijakan keenam, BI juga akan melakukan perluasan pengembangan UMKM dengan fokus pada pengendalian inflasi dan penurunan defisit transaksi berjalan. 


“Ketujuh, kebijakan internasional diarahkan untuk memperkuat persepsi positif terhadap Indonesia dan berperan aktif dalam perumusan kebijakan di berbagai lembaga internasional,” tambah Perry. Bank Indonesia imbuh dia, juga akan semakin memperkuat sinergi bauran kebijakan ekonomi nasional dengan Pemerintah, OJK, dan otoritas lainnya. 


Sinergi bauran kebijakan akan diarahkan untuk pengendalian inflasi, perbaikan struktur ekonomi, stabilitas sistem keuangan, akselerasi pendalaman pasar keuangan serta ekosistem ekonomi dan keuangan digital.


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA