Jumat, H / 17 Agustus 2018

Perlukah Mencari Sahabat Sejati

Rabu 20 Jun 2018 16:59 WIB

Rep:Ida S. Widayanti/Ed:Ida S Widayanti

Siswi Humaira

Foto: Dhea

Oleh: Ida S. Widayanti*

 

Siapa yang ingin bersama Anda pada saat tak ada apapun yang dapat Anda berikan? Merekalah sahabat-sahabat Anda…(anonym)

ESQNews.id, JAKARTA - Seberapa penting arti sahabat bagi kehidupan seorang? Beberapa riset menunjukkan bahwa hubungan persahabatan berkaitan dengan kondisi kesehatan. Di antaranya hasilpenelitian di Universitas Harvard yang menunjukkan bahwa ikatan sosial yang kuat dapat meningkatkan kesehatan otak dan kekuatan memori ketika seseorang makin tua dan bahkan dapat mencegah kepikunan.

Penelitian ilmiah lain membuktikan bahwa persahabatan membantu seseorang dalam menghadapi depressi dan juga memperpanjang usia. Dr. Irene Levine psikolog dan peneliti kejiwaan dari Michigan mengatakan bahwa persahabatan benar-benar menurunkan stress, tekanan darah dan kadar kolesterol.

Banyak perempuan yang tidak lagi memiliki sahabat setelah mereka memiliki suami. Begitu pula suami tidak lagi memiliki sahabat setelah berkeluarga. Sahabat seolah hanya diperlukan saat mereka masih lajang dan masih sekolah atau kuliah. Selain adanyanya anggapan tersebut, kesibukan rumah tangga dan dunia kerja juga kerap menenggelamkan seorang dari lingkaran kehidupan persahabatan.

Mengapa persahabatan tetap diperlukan meski sesorang telah memiliki pasangan? Persahabatan dan pernikahan sama-sama memberikan efek psikologis yang dalam. Perbedaannya jika pernikahan terikat kewajiban dan tanggung jawab sedangkan persahabatan adalah hubungan suka-rela dan tidak menimbulkan beban. Bagi seseorang bisa saja suami atau istrinya menjadi bagian dari sahabatnya. Namun selain pasangan yang terikat dalam pernikaham, sebaiknya seseorang juga memiliki sahabat lain yang dapat saling mendukung untuk kualitas kehidupan intelektual,emosional,dan spiritual yang lebih baik.

Untuk melihat seberapa penting sahabat, kita bisa melihat teladan kehidupan Rasulullah. Dalam masa perjuangannya menyebarkan panji risalah beliau didukung oleh sahabat-sahabat setia yang sangat berperan dalam sejarah peradaban Islam. 

Rasulullah mengajarkan etika dalam bershabat atau berteman karena sahabat dan teman memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan baik dunia maupun akhirat. Rasulullah bahkan bersabda: “Seseorang itu tergantung agama temannya. Maka hendaknya salah seorang dari kalian melihat siapa temannya.”(HR. Ahmad dan Tirmidzi). Kesimpulan dari Hadis ini adalah bahwa seseorang akan sangat dipengaruhi sahabatnya baik dalam hal berpikir, berbicara, dan berperilaku.

Sahabat  seperti apakah yang sebaiknya kita miliki? Sahabat yang baik adalah seseorang yang mengenal kita dengan baik dan bisa diajak berdialog dari hati ke hati. Sahabat bukan hanya teman berkeluh kesah namun menunjukkan kekeliruan, dan memberi nasihat dan jalan keluar. Sahabat tidak harus orang lain, namun bisa orang tua, mertua, tetangga, bisa rekan kantor atau saudara kita sendiri.

Sahabat yang baik akan memberi inspirasi dan ide-ide baru, memberi dukungan moral, material, maupun sosial. Sahabat juga harus bisa dipercaya dan mempercayai kita. Sahabat adalah seseorang yang menumbuhkan pikiran, perasaan, dan sikap positif. 

Teman atau sahabat tidak saja dibutuhkan oleh orang dewasa. Anak-anak sejak usia dini sudah memerlukan teman. Dari teman itulah anak banyak belajar dan meniru banyak hal. Oleh karenanya penting bagi orangtua untuk memastikan anak-anaknya berteman dan bersahabat dengan yang memberi pengaruh positif sejak kecil hingga mereka remaja karena hal itu akan turut membentuk kepribadian anak-anaknya. 

 

Sahabat Sejati yang Terlupakan

 

Jika ditanyakan siapakah yang pantas disebut teman sejati? Jawabnya adalah teman yang menemani dalam keadaan apapun saat senang atau sulit. 

 

Namun adakah sahabat yang akan selalu menemani kita selamanya dalam keadaan apapun? Pertanyaan selanjutnya siapakah sahabat sejati yang akan menemani bahkan hingga kematian kita? Dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda tentang siapa saja yang akan menemani kita saat kematian datang.

“Ia dihantarkan keluarganya, hartanya, dan amalnya, maka yang kembali pulang keluarganya dan hartanya; sedangkan yang tersisa (bersamanya, hanyalah) AMALnya.” (Bukhari & Muslim)

 

Ternyata sahabat sejati yang benar-benar akan menemani kita adalah amal baik kita. Maka sibuklah bukan sekedar mencari sahabat sementara, namun sibuklah mengumpulkan sebenar-benarnya sahabat, yaitu amal shalih kita selama hidup. Mereka itulah yang akan benar-benar menemani dan menolong kita. 

 

*Pemimpin Redaksi ESQNews.id


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA