Kamis, H / 24 Oktober 2019

Pendidikan Karakter untuk Generasi Emas Probolinggo

Kamis 19 Sep 2019 14:06 WIB

Author :Redaksi

Para peserta sangat semangat mengikuti training ESQ untuk generasi emas di Probolinggo.

Foto: Welly/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo


ESQNews.id, MAYANGAN – Generasi muda atau yang kini dikenal dengan milenial menjadi perhatian Pemerintah Kota Probolinggo dalam menanamkan pendidikan karakter agar menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas. Untuk itu, Forum Komunikasi Alumni (FKA) ESQ Probolinggo menangkap peluang tersebut dengan menggelar training ESQ untuk generasi emas di Probolinggo.


Training yang diikuti ratusan siswa SMP-SMA se-derajat di Kota Probolinggo itu dibuka Wakil Wali Kota Mochammad Soufis Subri. Hadir pula Korda ESQ Pasuruan Herman Sangadi, Korda ESQ Probolinggo Tjipto Santoso, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi di Probolinggo Kresna Herlambang. Sejumlah alumni FKA ESQ pun hadir di aula Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) di Jalan Basuki Rahmat, Kamis (12/9/2019).


Menurut Tjipto Santoso, generasi milenial memang membutuhkan pendidikan karakter. Karena menjadi pintar bukan hanya membutuhkan intelektual tinggi dalam rapor saja, tetapi dengan keseimbangan pendidikan yang diberikan salah satunya melalui training ESQ.



“ESQ akan melengkapi, menyempurnakan anak-anak menjadi generasi emas, generasi yang unggul. Bukan sekadar cerdas intelektual tapi kecerdasan spiritual, keimanan sesuai keyakinan dan akhirnya membentuk perilaku yang baik. Membangun Indonesia melalui bangsa yang jujur, bertanggung jawab sesuai tujuh budi utama,” kata Tjipto, dalam laporannya.


Ia mengatakan, FKA ESQ Probolinggo baru saja mendeklarasikan Moh Limo bersama Wali Kota Hadi Zainal Abidin dan Wawali Subri, beberapa waktu lalu. Dengan deklarasi itu, lanjut Tjipto, kepala daerah mengidamkan masyarakat Probolinggo yang punya karakter sesuai visi misi ESQ.

<more>
“Mudah-mudahan dengan FKA mendapat dukungan lebih baik lagi, lebih besar lagi dari pemerintah. Pemkot bisa melaksanakan MoU dengan ESQ diikuti perjanjian kerja sama dengan OPD,” harap pengusaha olahan jamur itu. Di tingkat pusat, ESQ pun bekerjasama dengan sejumlah kementerian serta beberapa pemda di Indonesia.
Para peserta sangat semangat mengikuti training ESQ untuk generasi emas di Probolinggo. (Foto:Welly/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)


Sinergitas antara Pemerintah Kota Probolinggo dan FKA ESQ Probolinggo telah terbangun dengan munculnya bibit-bibit baru yang menjadi base line, sebuah tolak ukur yang dapat ditingkatkan sehingga FKA lebih mewarnai Kota Probolinggo.



“Harus disyukuri, adik-adik bisa hadir, diundang atau terpilih menjadi pelajar yang ikut training ESQ ini. Karena pada dasarnya, orang yang sukses tidak hanya unggul terkait IQ-nya saja tapi pasti disertai spiritual atau karakter,” tutur Subri, saat menyampaikan sambutan.


Pengusaha konstruksi ini menegaskan, sebuah bangsa yang besar, maju, dan muncul di permukaan adalah bangsa yang punya IQ mumpuni dan punya karakter yang jelas.
Yang ironis, katanya, saat ini sedang terjadi krisis moral anak bangsa akibat gempuran teknologi. Untuk itu, selama dua hari (12-13/9) peserta training akan di-gembleng mendapatkan pemahaman tentang pendidikan karakter melalui ESQ Leadership Center ini.


“Harus ada chemistry antara panitia dan adik-adik yang di usianya ini pasti punya dinamika masing-masing. Dan, merekalah saksi sejarah menjadi anak-anak yang bermanfaat jika melaksanakan tujuh budi pekerti,” imbuh Subri.


“Panitia bikin adik-adik ini appreciate. Jadi setelah training tidak menyampaikan bagaimana fasilitas saja tetapi lebih pada materi dan pengalamannya. Dan, tularkan apa yang adik-adik terima kepada teman-temannya,” sambung wawali.


Wawali pun menekankan, ESQ bukan identik dengan satu agama. Di lembaga ini tidak membicarakan agama tetapi bagaimana mengamalkan agama masing-masing dalam kehidupan sehari-hari. Ini disampaikan karena dalam training itu juga mengundang pelajar non muslim.


Kota Probolinggo merupakan kota yang plural, terdiri bermacam etnis namun selalu menjaga persatuan dan kesatuan sebagai dasar dari kerukunan. “Kerukunan menjadi baseline dari modal utama membangun Kota Probolinggo,” tegasnya wawali, yang pagi itu juga mengajak audience menundukkan kepala, berdoa untuk almarhum Presiden ke-3 RI BJ Habibie yang wafat, Rabu (11/9) petang.


Artikel ini telah tayang di humasprotokol.probolinggokota.go.id dengan judul "Pentingnya Bekal Pendidikan Karakter Bagi Generasi Milenial".

(famydecta/humas)



Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA