Senin, H / 26 Oktober 2020

Pemprov Jabar dan Perum Jasa Tirta II Kolaborasi Kembangkan Pariwisata Air di Waduk Jatiluhur

Kamis 20 Jun 2019 10:05 WIB

Author :Redaksi

Kunjungan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil bersama Dirut PJT II U Saefudin Noer dalam rangka kerjasama kawasan waduk/bendungan Jatiluhur untuk kolaborasi mengembangkan pariwisata air (19/6/2

Foto: dok.PJT II

ESQNews.id, PURWAKARTA - Waduk Jatiluhur Kabupaten Purwakarta punya potensi besar untuk dikembangkan. Sumber irigasi, air minum, sarana perikanan, pembangkit listrik, pariwisata, dan budaya, menjadi dimensi untuk mengembangkan areal yang luas danaunya mencapai 8.300 hektar.


Perusahaan Umum (Perum) Jasa Tirta (PJT) II dengan Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat bersepakat untuk mengembangkan sector pariwisata air sebagai unggulan.


Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meninjau langsung kondisi waduk Jatiluhur, Rabu (19/6/2019). Menurutnya, bendungan yang dibangun oleh kontraktor asal Prancis Compagnie française d'entreprise pada 1957 itu berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sampai lima kali lipat.


Emil –demikian Ridwan Kamil disapa—pun menyatakan bahwa waduk yang juga dinamakan Waduk Ir. H. Juanda itu sudah selayaknya dijadikan Spesial Economic Zone (Sez) atau Kawasan Ekonomi Khusus.


"Hari istimewa karena saya konsentrasi melihat dengan kasat mata untuk kenaikan ekonomi wilayah ini," tutur Kang Emil dalam siaran pers. "Kami meyakini ini bisa. Ditambah lagi dengan pariwisata event, seperti paddle board competition, ada Jatiluhur Jazz Festival, dan lain- lain," lanjutnya.


Dengan pengembangan, Emil berharap waduk terbesar di Indonesia itu dapat menjadi unggulan Jawa Barat di sektor pariwisata. Adapun, peninjauan kali ini guna menganalisa dan menentukan master plan untuk pengembangan kawasan tersebut.


"Tiap lokasi dianalisa, mungkin di suatu titik bisa dibuat restoran, di titik lain ada pasar wisata, hotel terapung dan lain-lain," katanya. Terkait anggaran, Emil mengaku belum membuat perencanaan. Meski demikian, dia berharap proyek pengembangan Jatiluhur dapat dimulai awal 2020. Saat ini, kata dia, yang perlu dilakukan adalah menyebarkan informasi secara massif tentang aktivitas menarik di Jatiluhur.


Untuk mengembangkan Jatiluhur, Emil menyatakan bahwa pihaknya terbuka untuk para investor, baik dalam maupun luar negeri. Sebab, lanjut dia, investasi merupakan mesin pertumbuhan sekaligus sarana penyerap tenaga kerja.


"Di sini butuh kekompakan, korporasinya PJT II, wilayahnya Purwakarta, koordinasi dengan Pemdaprov (Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat), sampai (Pemerintah) pusat, semua harus koordinasi," ucapnya.


Direktur Utama Perum Jasa Tirta (PJT) II U Saefudin Noer mengaku senang karena Pemdaprov Jawa Barat paham betul akan potensi hidrologi di Tanah Pasundan. Jika potensi itu dikeluarkan, kata dia, perekonomian Jawa Barat dapat meningkat. Sebab, jalur hidrologi punya nilai tambah dan tak hanya digunakan sebagai sumber air baku dan pertanian.


"Potensi hidrologi berlimpah sungai, danau, waduk, irigasi, untuk memaksimalkan potensi tersebut, Pemdaprov Jawa Barat bersama Perum Jasa Tirta (PJT) II bersepakat untuk mengembangkan sektor pariwisata air sebagai unggulan," kata Saefudin.


Menurut U Saefudin Noer, waduk Jatiluhur punya keindahan alam dan merupakan infrastruktur strategis apabila dikembangkan menjadi daerah wisata. Sehingga, pada Juli mendatang, pihaknya menggelar sejumlah event untuk menggeliatkan aktivitas wisata di kawasan Jatiluhur.


Salah satunya pada Juli mendatang akan diselenggarakan Festival Paddle Board, Jatiluhur Run 10K, sampai Jatiluhur Jazz Festival. Selain itu, pria yang baru menjabat Dirut Jasa Tirta II sejak 6 Maret 2019 ini pun menyatakan bahwa tak menutup sektor Iain yang bisa dilibatkan untuk wisata Jatiluhur termasuk para pelaku UMKM setempat.


"Jika pengembangan sektor wisata air tersebut terwujud, maka akan memberikan manfaat lain seperti meningkatkan fungsi sosial hingga fungsi konservasi atau penataan lingkungan," tutupnya.

 


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA