Rabu, H / 19 Desember 2018

Peluncuran IBIMA: Majukan Manufaktur Dalam Negeri

Kamis 30 Aug 2018 18:16 WIB

Ida S. Widayanti

Grand Launching PT IBIMA di Menara 165 (30/8)

Foto: dok. ESQ

ESQNews.id, JAKARTA – Peduli dengan kemajuan bidang industri manufaktur dalam negeri, sejumlah tokoh dan pelaku industri nasional meluncurkan sebuah wadah bernama Insan Bisnis Industri dan Manufaktur Indonesia (IBIMA). Acara yang diselenggarakan di ruang Andalusia Menara 165 pada Kamis (30/8) ini, dihadiri para pendiri yakni TP Rachmat, Ary Ginanjar Agustian pendiri ESQ Leadership Center, pemilik Triputra Group, Adjie Sapta, serta I Made Dana Tangkas selaku Presiden Institut Otomotif Indonesia (IOI) juga Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia. Hadir juga Gunawan Sumodiningrat, Aries Mufti, dan tokoh nasional lainnya.



IBIMA adalah lembaga independen di bawah naungan PT Insan Bisnis dan Industri Manufaktur. I Made Dana Tangkas selaku Presiden Direktur (CEO) IBIMA dalam sambutannya mengatakan bahwa  pembentukan IBIMA menjadi salah satu cara untuk membangun industri Tanah Air menjadi kelas dunia.

"Misinya untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing bisnis nasional melalui penguatan industri menuju industri berdikari dan sejahtera. Ini dalam rangka mendorong percepatan pertumbuhan dan penguatan perekonomian nasional yang berbasis SDA dan SDM lokal," paparnya.

TP Rachmat dalam press conference menjelaskan bahwa selain visi misi maka harus dibuat perencanaan dan program.
“Selain mimpi dan what-nya, harus juga buat roadmap. Perlu ada keahlian-keahlian yang khusus untuk mencapai cita-cita itu. Perlu sistem manajemen,” ujarnya
Lingkup kegiatan IBIMA di antaranya menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan lean industry bagi pelaku industri dan bisnis IKM dan UKM, mengembangkan model unggulan pendidikan vokasi industri, serta menyiapkan skema sertifikasi tenaga ahli lean industry.



IBIMA yang juga merupakan kepanjangan dari Industry & Business Institute of Management menggalang kekuatan dari para praktisi industri /bisnis dan para akademisi senior, birokrasi, tenaga ahli khusus bidang industri baik dari dalam maupun luar negeri.
Meskipun baru diresmikan sejumlah proyek lean industry sudah berjalan. Setidaknya  ada 15 perusahaan diantaranya: Program revitalisasi / pengembangan lean industry PT. Tanah Sumber Makmur, PT. Agronesia, Perum Peruri,
Kementerian Perindustrian, BUMD di berbagai propinsi, dll.

Ditanya peran ESQ dalam membangun Industri. Ary Ginanjar mengatakan bahwa di dalam proses industri ada skill, know, dan attitude. Bahwa attitude adalah sebuah konsep membangun karakter.
“Industri tanpa integritas kedisiplinan tidak berjalan. Kita mengawinkan konsep kompetensi digabungkan karakter menuju kemandirian bangsa melalui industri. ESQ juga membantu sisi bagaimana cara membangun sebuah budaya kerja yang membangun strategi industri. Bukan saja apa yang dilakukan tapi bagaimana melakukannya dengan nilai moral, karakter, dan corporat culture yang mendukung,” pungkasnya


Dapatkan Update Berita

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA