Selasa, H / 13 April 2021

Oce Oke Puskesmas Pejawaran Raih Penghargaan Inovasi Pelayanan Publik 2019

Senin 22 Jul 2019 14:36 WIB

Reporter :Titin Nuryani L. Wiyono

Kepala UPTD Puskesmas Pejawaran Khusnul Khotimah , S.Si.T.,M.Kes (kiri) terima penghargaan Top 99 Inovasi Pelayanan Publik 2019

Foto: dok.IST

ESQNews.id, BANJARNEGARA - Dua inovasi karya aparat sipil negara (ASN) Pemkab Banjarnegara mendapat penghargaan Top 99 Inovasi Terbaik dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).

 

Penghargaan diserahkan oleh MenPAN RB Syafruddin kepada Wakil Bupati Banjarnegara Syamsudin pada Penganugerahan Penghargaan Top 99 Inovasi Pelayanan Publik 2019 di Semarang, Kamis (18/7/2019).



Pemerintah Kabupaten Banjarnegara dengan dua inovasi yaitu OCe OKe Siasat Keren Cegah 3 Terlambat dan 4 Pantauan dan Taquitas Pencegah Kecurangan Proses Penilaian Pendidikan Dasar.



Penetapan tersebut berdasarkan keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI nomor 47 tahun 2019, tentang Penetapan top 99 Inovasi Pelayana Publik Tahun 2019.


Inovasi yang diberi nama Oce Oke (One Client One Kader) karya Khusnul Khotimah, Kepala UPT Puskesmas Pejawaran dan Taquitas (Total Quality Assesment) milik Sunarto, Kasi Kurikulum SD Dindikpora Banjarnegara, berhasil menembus Top 99 Inovasi Pelayanan Publik 2019.



Dalam paparannya, Syamsudin menyampaikan, Oce Oke adalah inovasi untuk mencegah kematian bayi dan ibu melahirkan dengan membentuk kader berbasis kewilayahan guna mendampingi ibu hamil. Inovasi tersebut sudah direplikasikan di 17 desa dan dari hasil implementasinya, Oce Oke berdampak cukup signifikan menekan angka kematian ibu dan bayi.


Sementara Taquitas dari Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga dengan Inovator Sunarto, S.Pd, M.Pd, Kasi Kurikulum SD Dindikpora Banjarnegara adalah bentuk pembaruan terhadap sistem penilaian pendidikan dasar, untuk menghindari perilaku mencontek dan kebocoran soal ujian. Di dalam inovasi ini, terdapat edukasi baik bagi guru maupun murid supaya selalu mengedepankan nilai kejujuran.


“Oce Oke diharapkan dapat diaplikasikan di seluruh wilayah Banjarnegara, agar dapat dirasakan manfaatnya oleh semua masyarakat. Begitu juga dengan Taquitas, jika nantinya bisa diterapkan di seluruh sekolah akan mewujudkan generasi berkualitas dan berintegritas,”  katanya.


Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono, mengucapkan selamat dan salut atas terpilihnya dua inovasi yang membawa nama harum Kabupaten Banjarnegara. Dalam rangka mewujudkan visi Pemerintahan Kabupaten Banjarnegara bermartabat sejahtera, dirinya selalu mendorong kepada unit penyelenggara pelayanan publik untuk melakukan inovasi.


“Inovasi pelayanan tersebut merupakan terobosan yang harus dilakukan, agar masyarakat pengguna layanan puas dengan layanan yang cepat dan mudah,” kata Budhi.


Ia menambahkan, melalui kedua inovasi tersebut, Banjarnegara menyumbang kontribusi dalam upaya peningkatan mutu pendidikan, kesehatan dan sumber daya manusia.


“Ini bisa direplikasi di daerah lain sebagai upaya peningkatan derajat kesehatan dan mutu pendidikan secara lebih luas,” pintanya. Untuk Penghargaan Top 99 Inovasi Pelayanan Publik, kata wabup, akan dilaksanakan di Semarang tanggal 18 Juli mendatang.


“Setelah top 99 berhasil kita raih, kita berdoa semoga dua inovasi ini akan sukses dalam top 45 inovasi pelayanan publik tahun 2019,” ujarnya optimis.


Salah satu inovator, Khusnul Khotimah, menjelaskan, Inovasi “Oce Oke” merupakan metode pendampingan satu ibu hamil satu kader berbasis kewilayahan, dengan menggunakan lembar pemantauan. Inovasi ini merupakan bentuk nyata pelibatan kader kesehatan dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi khussnya di wilayah kerja Puskesmas Pejawaran.

“Syukur alhamdulillah, OCe OKe mewakili Kab Banjarenagara di ajang bergengsi layanan publik di Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik 2019 yang diselenggarakan oleh Kemenpan RB, mohon dukungannya,” kata Khusnul.


Ia merasa bahagia, karena dari sekitar 3600 inovasi se-Indonesia yang masuk Kemenpan RB, dua inovasi dari Banjarnegara masuk Top 99. “Persaingan dan penilaian sangat ketat, dan untuk Top 99 Banjarnegara baru pertama kali mendapatkan tahun ini,” imbuhnya.


Pada kompetisi tahun 2019, ajang penghargaan ini bertemakan Inovasi Pelayanan Publik Sebagai Perwujudan Percepatan Reformasi Birokrasi dan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.


BERITA LAINNYA