Minggu, H / 12 Juli 2020

Menyelesaikan Konflik (2)

Jumat 17 Apr 2020 09:49 WIB

Author :Ida S. Widayanti

Ilustrasi

Foto: youngparents.com.sg

ESQNews.id, JAKARTA - Jika orangtua mencap anaknya sebagai “anak nakal”, hal itu akan menghancurkan kepercayaan diri mereka.


Bila kita dapat memanfaatkan momen bertengkar anak-anak sebagai peluang untuk mendidik mereka, kita dapat meningkatkan kemampuan anak dalam banyak hal, di antaranya:


. Memahami hak dan kewajiban

. Membedakan salah dan benar

. Memupuk rasa empati

. Menghargai orang lain

. Memelihara harga dirinya

. Membangun kemampuan dalam memecahkan persoalan


<more>


Dengan demikian, ketika suatu saat mereka menghadapi konflik lagi, mereka akan dapat menyelesaikannya tanpa campur tangan orangtua.


Pada mulanya, anak-anak tidak mengerti arti bertengkar, justru orangtualah yang memberi label bertengkar. Misalnya, ketika anak berebut mainan, sering kali orangtua berkata, “Sudah... sudah, jangan bertengkar!”


Dalam situasi seperti itu, orangtua bisa dengan tenang berkata, “Ada dua orang menginginkan mainan yang sama, bagaimana caranya ya?” Dengan pernyataan seperti itu, anak diberi kesempatan untuk menyelesaikan masalahnya.


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA