Rabu, H / 19 Desember 2018

Menghibur Duka Cita

Senin 08 Oct 2018 13:58 WIB

Mushlihin

ilustrasi.

Foto: google image

Oleh : Mushlihin

ESQNews.id - Guru agama menjelaskan bab pengurusan jenazah  pada siswa kelas sepuluh. Tiba-tiba telpon genggamnya bergemuruh. Ia diajak takziah segera pukul sembilan tigapuluh. Ajaibnya lagi dua hari kemudian, ketika hendak dituliskan hikmahnya terdengar pengumuman inna lillahi wainna ilaihi rajiun atas meninggalnya seorang ibu. Pertanda apakah itu ? Yang jelas Allah Maha Tahu.



Ia mengerti bahwa menurut bahasa Arab takziah berarti menghibur atau mendorong agar sabar. Sedang dalam KBBI diartikan (1) kunjungan atau ucapan untuk menyatakan turut berduka cita atau belasungkawa; (2) hal menghibur hati orang yang mendapat musibah.



Ia pun memahami takziah hukumnya sunnah dan dilakukan selama 3 hari sejak terjadinya musibah kematian. Adapun adabnya yaitu : (1) Menunjukkan sikap ikut berduka baik perilaku dan perkataan. (2) Tidak mengeluarkan ucapan yang menyinggung perasaan. (3) Memberikan nasihat agar tetap tabah. (4) Membawa makanan atau bentuk pertolongan lainnya.



Dengan kata lain ia tak boleh pesta di atas duka. Umpamanya merokok, makan, minum, menyembelih hewan dan menerima bayaran. Pernah ia paksakan mencicipi hidangan sebagai bentuk penghormatan, tapi perutnya mual tak terbayangkan.



Setelah itu mayat mau dimandikan. Keluarga tak ada yang berani, ia lalu mencari relawan. Mereka datang penuh keikhlasan. Namun air sulit didapatkan. Sehingga terjadi kepanikan. Maka ia menyarankan jenazah cukup ditayamumkan. Sabda Rasulullah, "Apabila seorang wanita meninggal dunia di lingkungan laki-laki dan tidak ada wanita lain kecuali dia atau seorang laki-laki meninggal dunia di lingkungan dan tidak ada laki-laki lain kecuali dia hendaknya mayat ditayamumkan kemudian dikuburkan. Keadaan mereka itu sama dengan keadaan tidak ada air." (HR. Bukhari).



Sesudah itu jenazah dikafani dengan kain bersih, putih, wangi sebanyak 3-5 helai. Tidak menggunakan bahan yang terlalu mahal. Karena akan hancur dengan segera, begitulah sunnah Nabi.



Selanjutnya  jenazah dishalatkan. Seluruh orang Islam diminta datang lewat pengumuman. Sebab setiap jenazah yang dishalatkan oleh seratus orang Islam yang semuanya memohon syafaat baginya pasti diterima Allah Tuhan semesta alam. Sedang urutannya ialah takbiratul ihram, membaca surat al fatihah, shalawat atas Nabi, doa untuk mayat dan kemudian mengucap salam.



Berikutnya jenazah dipikul menggunakan usungan ke kuburan. Setiap pengantar berebutan karena perbuatan demikian termasuk dianjurkan. Sambil berjalan penuh kekhusukan. Tanpa membicarakan keduniaan dan kemaksiatan serta tertawa cekikian. Seraya mendoakan si mayit dan keluarga yang ditinggalkan agar memperoleh keselamatan plus kesejahteraan.



Akhirnya ia langsung pulang. Sesudah bersalaman dengan keluarga yang ditinggalkan. Tidak duduk-duduk di batu nisan, tak membuang kotoran, dan tak menembok kuburan. Sebab Rasulullah telah melarang.



Mushlihin. Penulis tinggal di Takerharjo Solokuro dan guru SMP Karanggeneng Lamongan.

*Tulisan berdasarkan kisah nyata.

Ingin tulisanmu dimuat di ESQNews.id? kirimkan ke email kami di redaksi@esq165.co.id


Dapatkan Update Berita

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA