Minggu, H / 21 Oktober 2018

Malaria Jangkiti Ratusan Pengungsi Lombok

Senin 17 Sep 2018 08:24 WIB

Rep:AA/Ed:Titin Nuryani L Wiyono

Pengungsi gempa lombok

Foto: antarafoto

Pemerintah Lombok Barat telah menetapkan kasus malaria sebagai Keadaan Luar Biasa (KLB) dengan pertimbangan kemanusiaan


ESQNews.id, LOMBOK – Setidaknya 137 pengungsi gempa Lombok menderita penyakit malaria, kata pihak dinas kesehatan Lombok Barat .


Menurut data terakhir yang dikeluarkan dinas kesehatan warga yang menderita penyakit Malaria tersebar di tiga kecamatan di Lombok Barat yaitu Kecamatan Gunung Sari, Kecamatan Batu Layar dan Kecamatan Lingsar.


“Data itu akan terus diperbarui dari laporan tim yang turun ke lapangan untuk melakukan tes darah,” kata Kepala Dinas Kesehatan Lombok Barat Rachman Sahnan Putra, sebagaimana dikutip dari Kompas.com.


Selain melakukan tes darah, tim medis yang turun ke lapangan juga membagikan kelambu dan melakukan pembersihan tempat berkembangnya jentik nyamuk.


Sulitnya medan yang harus ditempuh menjadi masalah untuk pihak kesehatan melakukan kunjungan. Lokasi hanya bisa dilalui dengan sepeda motor.

Salah satu warga Dusun Kekeran Amaq Aniyah (60) mengatakan dirinya positif malaria setelah darahnya dicek.


"Saya meriang, dada saya sesak tapi tidak terlalu dan pusing-pusing, saya masih kuat, tapi rasanya memang tidak enak badan saya,” kata Aniyah.

Aniyah tinggal sebatang kara setelah bercerai dengan istrinya. Kini ia tidur di berugak atau gazebo yang terbuka, karena rumahnya rusak akibat gempa.


Sementara itu Bupati Lombok Barat, Fauzan Khalid telah menetapkan kasus malaria sebagai Keadaan Luar Biasa (KLB) dengan pertimbangan kemanusiaan.


Dapatkan Update Berita

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA