Kamis, H / 27 Februari 2020

Demo Tolak RUU, Mahasiswa Alami Luka-Luka dan Menelan Korban Jiwa

Rabu 25 Sep 2019 14:21 WIB

Reporter :Endah Diva Qaniaputri

Perjuangan mahasiswa sebagai penyambung lidah rakyat

Foto: ESQ Media



Allah SWT tak tidur dan tak akan diam saja, Sang Maha Kuasa sudah mengatur semuanya, termasuk memberikan keadilan pada semua umat manusia.


ESQNews.id, JAKARTA – Usaha, perjuangan, doa yang maksimal dan niat yang baik akan membuahkan hasil yang positif juga. Dan semoga apa yang telah diperjuangkan oleh mahasiswa se-Indonesia dalam demo sebagai penyambung lidah rakyat membuahkan hasil yang positif juga.


Ini tulisan versi Fuji, salah satu jurnalis Indonesia terkait berita demo pada (24/9). Mahasiswa membawa tuntutan untuk segera menolak pengesahan Rancangan Undang undang, antara lain RUU KUHP, Pertanahan dan RUU KPK yang sudah lebih dulu disahkan secara diam-diam dan terkesan semangat sekali untuk mengesahkannya.


Sudah banyak kasus korupsi merenggut wakil-wakil Rakyat mulai dari setnov hingga yang masih hangat adalah kasus dari menteri pemuda dan Olahraga Imam Nahrowi. Aksi di awali oleh M Abdul Basit selaku ketua BEM UNJ di pandu dengan Erfan Kurniawan Selaku kepala departemen sosial politik, aksi dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia raya, kemudian di lanjutkan dengan orasi, nyanyian-nyanyian perjuangan mulai di gaungkan mulai dari totalitas perjuangan, darah juang, hingga lagu 25 Jigo.

 

Namun miris, takdir berkata lain. Banyak sekali korban mahasiswa yang pingsan, luka pada kepala, luka pada kaki dan tangan (akibat pukulan polisi), sampai ada yang meninggal dunia.



<more>



 

Dan beredar kabar 4 mahasiswa UIN, yang ikut demonstrasi depan Gedung DPR/MPR diciduk dan tidak diketahui keberadaannya sampai sekarang.


Atas nama :

-Firman Ihsan Mawardi (FISIP/ILMU POLITIK)

- Dody Kurniawan (FISIP/SOSIOLOGI)

- Solehudin (FST/agribisnis)

- Ijas (FST/Teknik Informatika)

 

Mohon kiranya dapat dibantu mengabarkan keberadaan-nya. Kepada pihak UIN atau kepada narahubung tim hukum. Kepada Afif (LBHM) 089670430522 atau Rasyid (LBHJ) 083805931075.

 

Aksi yang berlangsung damai itu di nodai akibat tindakan refresif aparat penegak hukum yang seharusnya mengayomi mahasiswa bentrok tak terhindarkan menodai aksi yang masih panjang. Tetapi bentrok tersebut usai karena masa aksi dari berbagai elemen terus bertambah jumlahnya sepanjang jalan S Parman dipenuhi almamater berwarna warni dengan lambang Universitas di dada mereka.


Ini menandakan negara ini semakin tidak baik-baik saja. Mahasiswa menilai NKRI kini sebagai negara kolonial republik Investor. Perjuangan terus berlanjut, perjuangan terus digaungkan.


Kita juga ikut mendoakan bagi saudara kita yang masih di rawat di RS, kesembuhan atas luka-luka di tubuhnya, dan yang meninggal semoga dalam keadaah syahid, aamiin.




Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA