Senin, H / 26 Oktober 2020

Kisah Coach Dessy Yuliana, Antarkan Cleaning Service Raih Beasiswa

Kamis 02 Aug 2018 12:04 WIB

Singgih Wiryono

Coach Dessy Yuliana

Foto: Arief M Leo

"Ternyata dia memiliki keinginan kuat untuk bisa kuliah lagi, karena dia ingin memiliki profesi menjadi sekertaris," Dessy menjelaskan.


ESQNews.id, JAKARTA - Menjadi seorang coach tentu tidak mudah, itulah yang dirasakan Dessy Yuliana saat menantang dirinya sendiri untuk memberikan coach pada seorang cleaning service. Setelah mengikuti ESQ 3.0 Coaching, Dessy mencoba sensasi berbeda untuk memberikan coaching yang tidak biasa.


"Kalau di Coaching step pertamanya adalah kita harus sepakat bersama coachee yang akan kita coach tentang agenda dan outcome yang akan kita dapat selama sesi satu jam. Yang sangat menantang yang saya coach ini adalah dia tidak punya agenda, tidak punya outcome, waktu saya tanya dia sangat malu, proses coach itu apa saja dia tidak tahu," jelas dia pada tim ESQ di Menara 165, Rabu (1/8). 


Walaupun mendapat kesulitan, Dessy mengaku ada sisi lain ilmu coaching yang berbeda dari 3.0 coaching. Adalah membawa Coach dan Coachee (objek yang akan di-coach) untuk meniatkan sebagai ibadah aktivitas mencari agenda ini. 


"Kita mulai dari istigfar, jadi menurunkan keakuan agar bisa mengakses energi tuhan dan niat kita untuk ridha Allah," jelas dia.


Coach Dessy Yuliana (Dok. ESQ Media/Arief M Leo)


Kesulitan pertama yang didapat Dessy pada proses menemukan agenda hidup sang Cleaning Service. Selang beberapa pertanyaan, akhirnya Coachee mau membuka diri apa yang sebenarnya dia inginkan dan dia cari.


"Tadinya dia merasa ya sudah jalani saja hidup, tapi ternyata setelah saya gali, dia punya dorongan iner drive untuk membahagiakan orang tuanya. Dia sangat kagum pada ibunya yang gigih membesarkan dia. Jadi dalam proses coaching bisa membantu dia dalam pertanyaan-pertanyaan. Ternyata dia memiliki keinginan kuat untuk bisa kuliah lagi, karena dia ingin memiliki profesi menjadi sekertaris," Dessy menjelaskan.


Seiring proses coaching yang berjalan, sang Cleaning Service yang takut bermimpi kini memiliki impian yang sangat tinggi. Sebelum coaching dia merasa hidup biasa saja, Tidak ada percikan semangat, tapi setelah proses luar biasa, dia ingin kuliah untuk meraih mimpi-mimpinya..


"Dalam proses coach kita membantu coachy membuat action plan. Cari beasiswa dan lainnya. Karena di proses coaching itu di tengah proses sertifikasi, jadi ada observer calon coach yang lain. Dengan berbarengan suara azan, kita bersyukur mengucap hasil coaching tersebut, dan coachy (Cleaning Service) saya langsung mendapatkan beasiswa dari salah satu coach yang hadir saat itu. Jadi luar biasa, waktu itu sangat haru biru, jatuh air mata kita mengucap syukur pada Allah," kata dia.


Dessy yang merasakan langsung pengalaman luar biasa tersebut berharap agar lebih banyak lagi orang di luar bisa mengerti dan mengikuti 3.0 Coaching ESQ.


"Karena area Coaching ini area bisa di seluruh aspek, bahkan bisa dengan anak pun bisa jauh lebih efektif, juga dengan tim di kantor," ujar Dessy.



Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA