Selasa, H / 13 April 2021

Kerangka Kerja (Framework) Transformasi Digital

Rabu 01 Aug 2018 00:00 WIB

DR. Teuku Noerman (Digital Transformation Expert at ACT Consulting)

Digital Transformation by ACT Consulting

Foto: innovationexcellence.com

  ESQNews.id, Jakarta


DNA dari semua organisasi terus berubah.  Di era ekonomi informasi, konsumen tidak melihat darimana suatu produk atau solusi berasal. Hal ini harus menjadi pendorong bagi pemberdayaaan pekerja. Agar karyawan memiliki misi dan gairah yang dibutuhkan untuk memberi keuntungan bagi pemegang saham dan memberikan hasil yang bermakna. Demikian disampaikan oleh David Bray, CIO Federal Communications Commission. 


Bruce Rogers, Chief Insight Officer dari Forbes, menjelaskan bahwa di era digital, semua orang melakukan perubahan secara virtual, dari apa yang terlihat. Namun hanya separuh dari organisasi dan pemimpin di dalamnya, yang dapat memahami kondisi semula sebelum transformasi digital dan apa tujuan yang ingin mereka capai. Rogers juga mengatakan bahwa, untuk sampai pada tujuan impian, kita harus memahami saluran digital apa saja yang ada (digital channels) dan apa saja data dan analisa informasi digital yang bisa dipetik dari masing-masing digital channels tersebut.


Secara sosial di dalam perusahaan juga harus diciptakan budaya transparansi. Sistem HRD harus mampu meningkatkan kapabilitas internal untuk dapat menerapkan tujuan transformasi. Setiap manajer harus mampu menghasilkan daya ungkit dari setiap peluang yang tercipta.  Pada akhirnya, menurut Rogers, diskusi teknis yang dilakukan, harus menghasilkan kerangka kerja yang diperlukan untuk membangkitkan transformasi dan menjaga agar semua unsur tetap utuh.


Usaha untuk melakukan transformasi di level manajemen harus bersifat membangun. Transformasi harus menumbuhkan jiwa pemenang dari organisasi sebagai sebuah tim. Ini tidak mudah, dan membutuhkan kenekatan. Tapi, tiap organisasi perlu mengambil ancang-ancang untuk dapat melompat dari jalan yang bersifat menurun dan mengarahkannya ke atas. Ciptakan jejak digital yang membuat kompetitor iri pada anda. Walaupun hal tersebut membuat anda gentar pada awalnya.


Ada 7 elemen kunci yang menjelaskan bagaimana organisasi digital terhebat memfokuskan usaha mereka (Gale & Aarons, 2016):

1.    Pimpinan harus aktif melakukan eksplorasi digital. Menjadi perantara transformasi dengan mengefektifkan komunikasi antar bagian, melakukan advokasi terhadap sistem yang dibangun, serta menjaga strategi dan proses keseharian. Advokasi dalam hal ini lebih merupakan suatu usaha sistematis dan terorganisir untuk mempengaruhi dan memastikan terjadinya perubahan dalam kebijakan perusahaan secara bertahap maju.

2.     Semua bagian harus memahami arus informasi eksternal dan internal. Memahami situasi dan kondisi dari aliran informasi tersebut, terutama yang berkaitan dengan produk mereka, perusahaan mereka, sistem yang ada, dan bagaimana seluruh informasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk kesuksesan bisnis.

3.    Memantau pengalaman konsumen terhadap produk kita sebelumnya. Memahami bagaimana pengaruh merk kita pada konsumen. Apa yang disukai dan tidak disukai konsumen, dan analisa serta evaluasi reaksi konsumen terhadap produk kita.

4.    Meraih konsumen dengan komunikasi marketing yang mengalir. Campaigns yang diluncurkan harus menjadi bagian dari alur marketing yang mengalir 24jam selama 7 hari, selama 365 hari. Marketers harus dapat memahami momentum dan menciptakan momentum agar sesuai dengan bagaiman konsumen hidup.

5.    Memahami bahwa penjualan terjadi sebagai hasil dari momentum yang saling terhubung satu sama lain. Dalam pasar b2b dan b2c, kendali ada pada pelanggan. Untuk memenangkan evolusi digital, sales perlu menyajikan konten pada momen yang bermakna bagi pelanggan.

6.    Setiap orang dalam organisasi harus merasa bertanggung jawab satu sama lain. Informasi, gagasan, ide baru tidak optimal bila informasi hanya disimpan oleh tiap bagian. Tiap bagian harus saling berkomunikasi satu sama lain, dan memetik faedah dari tiap interaksi. Gunakan pengetahuan yang mengalir di organisasi untuk mencerdaskan tiap orang di organisasi.

7.    Selalu berada selangkah di depan. Untuk memperoleh keuntungan dari persaingan, organisasi harus menggunakan informasi dan gagasan secara simultan. Bangunlah pengalaman konsumen yang bermakna. Berikan produk yang memberi makna pada konsumen. Dalam transformasi digital, regenerasi harus terus terjadi dan harus dipahami sebagai bagian dari proses. Kemampuan untuk dapat menyikapi momentum adalah hal yang kritis yang memandu perilaku organisasi. Perusahaan harus peka dalam menangkap peluang dari tiap momentum.


7 elemen diatas adalah bagian-bagian dalam suatu perusahaan atau organisasi yang harus bergerak bersama. Dinamika dipastikan akan terjadi, dan ini merupakan hakikat perubahan yang akan terjadi secara alami. Setelah organisasi anda mengetahui peran apa yang harus mereka jalankan, orkestrasi kerja akan menghasilkan simfoni yang indah dan selaras. Perubahan tak mungkin ditahan, dan langkah-langkah kunci diatas harus dilaksanakan secara cepat dan stratejik. Timing perubahan kini dilakukan bukan hanya dengan memanfaatkan momentum, tapi sudah kepada menciptakan momentum. Keluwesan dan kehandalan tiap tim dalam manajemen diharapkan dapat bekerja secara aktif.  Agar perusahaan anda dapat mengungguli kompetitor dengan berbagai inovasi dan penciptaan nilai (innovation & values creation). Salam Transformasi dari ESQ.


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA