Sabtu, H / 11 Juli 2020

Kasus Sampah, Gadis dari Gresik Kirim Surat ke PM Australia, Jerman, dan Donald Trump

Jumat 24 Jan 2020 11:23 WIB

Reporter :Endah Diva Qaniaputri

Kontainer sampah yang lolos tanpa di cek terlebih dahulu, akibatnya ada penyelundupan sampah plastik

Foto: DW.com

ESQNews.id, JAKARTA – Bukan hal yang tabu lagi untuk diperbincangkan, nampaknya masalah sampah ini belum ada perubahan ke arah yang lebih baik. Ditambah lagi dengan adanya ekspor sampah dari negara maju ke Indonesia.


Salah satu yang peduli akan permasalahan lingkungan ini yaitu Gadis asal Gresik, Jawa Timur. Bahkan menuliskan surat kepada Perdana Menteri Australia Scott Morrison meminta agar ekspor sampah plastik ke tempatnya dihentikan.



<more>


Aeshninna Azzahra penulis surat terbuka yang kemudian diserahkan kepada Kedutaan Australia di Jakarta pada (21/1/2020). Dalam suratnya, ia merasa prihatin atas apa yang menimpa Negerinya, karena adanya penyelundupan sampah plastik.


Gadis yang akrab dipanggil Nina itu meminta agar Morrison bisa menghentikan pengiriman sampah yang tidak bisa didaur ulang ke Indonesia.


“Saya tak mau orang luar negeri, negara-negara maju menyelipkan sampah plastiknya lagi. Saya sudah pernah buat pameran di sekolah saya, dan banyak sekali teman-teman saya yang mendukung, dan tanda tangan di petisi saya. Sudah saya berikan ke Dubes dan banyak sekali yang dukung,” tutur gadis yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).


Nina sapaan gadis itu, menuturkan bahwa sampah yang dia pungut mempunyai merek yang berasal dari Kanada, Australia, AS, Inggris, dan negara maju lain.





Nina diketahui juga mengirim surat serupa kepada Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden AS Donald Trump. Nina memberikan surat beserta tanda tangan petisi dari teman-teman juga orang yang mendukungnya.


“Terimakasih banyak, Saya akan berbuat yang terbaik agar kamu bisa mendapat jawaban sesegera mungkin,” ujar Peter Schoof kepada Nina.



Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA