Rabu, H / 08 Juli 2020

Juara Rusia yang Latihan Melawan Beruang

Senin 08 Oct 2018 09:57 WIB

Titin Nuryani

Khabib Nurmagomedov (kiri) versus Conor Mc Gregor di UFC 229 (6/10/2018)

Foto: sportskeeda

ESQNews.id - Khabib Nurmagomedov yang berhasil mengalahkan Mc Gregor pada UFC 229 lahir pada tanggal 20 September 1988 di desa Sildi, yang masuk dalam Kabupaten Tsumandinsky, Dagestan, Rusia. Ia sudah belajar bela diri sejak kecil. Ayahnya, Abdulmanap, adalah atlet gulat terkenal dan pensiunan tentara.
Di militer, Abdulmanap juga mengajar judo dan sambo —bela diri tradisional Uni Soviet.


Dalam sebuah wawancara dengan Mixfight, Abdulmanap menyebut bahwa sejak dulu Khabib adalah salah satu murid terbaiknya. Anak lelakinya itu belajar gulat, judo, juga sambo. Tak hanya itu, ia menyiapkan metode khusus untuk melatih Khabib: bergulat melawan beruang.
Ini bukan kiasan.



Di umur yang masih 9 tahun, Khabib bergulat melawan beruang peliharaan keluarga. Meski beruang itu masih kecil, tapi ia beruang. Tubuhnya lebih besar ketimbang Khabib. Ada sebuah video tertanggal 23 September 1997 yang memperlihatkan Khabib kecil bergulat sembari diawasi beberapa pelatih. Khabib agak terengah dan berupaya keras menjatuhkan beruang itu. Si beruang tak mau kalah, ia berkali-kali membuat Khabib terpelanting.


Kelak, Abdulmanap bercerita bahwa latihan itu lebih untuk mengeluarkan apa yang terbaik dari sang anak, sebuah upaya melawan rasa takut saat menghadapi sesuatu yang lebih kuat. "Pada akhirnya, itu adalah ujian karakter ketimbang latihan fisik," kata Abdulmanap.


Insiden Menghantam Staff Musuh

Khabib lompat dari ring UFC untuk menghantam staff musuh yang sudah menghina Agama Islam, Negaranya dan ayahnya.



Mantra Pengikis Keangkuhan

Alhamdulillah, bukan sembarang tuturan kata "segala puji hanya milik Allah" adalah "mantra" perisai bagi seorang muslim dalam menangkis serangan riya', Ujub dan Takabur. Persis seperti yang senantiasa diucapkan oleh Khabib Nurmagomedov, pemuda Muslim berusia 30 tahun asal Rusia, yang baru saja memenangkan kejuaraan dunia Ultimate fighting Champion (UFC) 229 setelah melawan Petarung "sombong" asal Irish, Conor McGragor pada (6/10/2018).

Khabib tahu bahwa popularitas sering kali mengandung racun hedonisme. beribu pujian datang menguji keimanan. sebuah kesuksesan kerap di penetrasi oleh kesombongan.


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA