Rabu, H / 08 Juli 2020

Jika Korupsi itu Budaya, Maka Koruptor adalah Budayawan

Selasa 18 Sep 2018 10:32 WIB

Singgih Wiryono

Yudi Latief

Foto: Google

"Kalau korupsi dikatakan budaya, maka jika tak ikut korupsi akan disebut sok suci," ujar dia.


ESQNews.id, JAKARTA - Jika korupsi sudah dikatakan lumrah menjadi budaya, maka koruptor bisa jadi dikatakan Budayawan. Hal tersebut dikatakan oleh mantan Ketua Badan Pembina Ideologi Pancasila, Yudi Latief.


Yudi mengatakan, dirinya begitu prihatin terhadap cara berpikir politisi dan pemimpin bangsa. Banyak yang menganggap kejahatan adalah suatu yang lumrah bahkan sedikit banyak ada yang memuji.


"Nilai karakter dalam naskah nusantara tidak ada yang seperti itu," ujar dia saat mengisi acara seminar di Perpustakaan Nasional, Senin (17/9).


Proses yang membudaya, kata dia, karena memang dilakukan berulang kali, dan menjadi sebuah karakter. Alangkah jeleknya jika karakter korupsi ini tersemat menjadi sesuatu yang lumrah di kalangan bangsa Indonesia.


"Kalau korupsi dikatakan budaya, maka jika tak ikut korupsi akan disebut sok suci," ujar dia.


Yudi melanjutkan, seharusnya cara pandang kita terhadap kebiasaan korupsi harus dipandang berbeda. Karena sejatinya budaya semacam itu bisa dirubah dan tuhan memberikan kesempatan dan kekuatan untuk merubah hal tersebut.


"Allah tidak akan mengubah suatu kaum, kecuali kaum itu mengubah dirinya sendiri," ujar dia mengakhiri.


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA