Jumat, H / 24 Januari 2020

Ingin Punya Ismail, Jadilah Ibrahim

Rabu 22 Aug 2018 15:41 WIB

M. Husnaini

ilustrasi

Foto: google.com


Oleh: M Husnaini

ESQNews.id - Idul Adha harus senantiasa mengingatkan kita semua kepada dua sosok manusia hebat: Ibrahim dan Ismail. Mereka adalah bapak dan anak yang keduanya diangkat menjadi rasul. Di antara 25 rasul, Ibrahim adalah rasul ke-6, sementara Ismail ke-8.

Dikisahkan, Ibrahim menerima wahyu untuk menyembelih anak semata wayangnya, Ismail. Ketika disampaikan kepada Ismail, jawaban anak hebat itu adalah, "Laksanakanlah perintah Allah itu, Wahai Ayahanda. Insya Allah aku termasuk orang yang sabar."

Betapa hebat jawaban Ismail. Benar-benar sosok anak yang menjadi hiasan hati orang tua. Kita kemudian sangat ingin punya anak seperti dia. Tetapi, sudahkah kita sendiri ini seperti Ibrahim?

Kita yang shalat saja bolong-bolong, jangan bermimpi punya anak seperti Ismail. Kalau masih suka bentak-bentak anak di muka umum, kerap berbicara kasar, gemar minum arak, doyan joget di pertunjukan dangdut, jangan berharap punya anak macam Ismail. Ke masjid malas, tetapi rajin ngobrol ngalor-ngidol di warung kok mau punya anak serupa Ismail.

Kita bilang, "Biar saya bejat kan juga pengen punya anak baik." Jawabnya, ingin punya anak baik, mestinya orang tua juga harus baik. Sumber yang keruh pasti mengalirkan air yang keruh. Wong sumber yang jernih saja belum tentu menghasilkan air yang jernih kok. 

"Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka," kata Al-Quran. Jadi, jagalah dulu dirimu, sebelum menjaga keluargamu. Selamatkanlah dulu dirimu, sebelum menyelamatkan istri dan anakmu dari api neraka. Mentaslah dulu sebelum menyelamatkan orang lain yang mau tenggelam di dalam sumur.

*Penulis adalah Kandidat Doktor di International Islamic University Malaysia (IIUM) dan penulis buku best seller islami "Menjadi Pribadi Pembelajar"

Ingin tulisanmu dimuat di ESQNews.id? kirimkan ke email kami di redaksi@esq165.co.id

Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA